DLH Cilegon Ajak Siswa Biasakan Memilah Sampah

  • 21 Agt 2026 07:59 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon meluncurkan program sekolah sampah untuk membangun kesadaran pemilahan sampah sejak dari sumber pada siswa.
  • Program ini tidak hanya fokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga membentuk kebiasaan pemilahan sampah yang berkelanjutan di sekolah dan lingkungan rumah.
  • Kepala DLH Kota Cilegon Sabri Mahyudin menekankan tantangan utama program adalah memastikan pemilahan sampah menjadi kebiasaan, bukan hanya kegiatan seremonial sesaat.

RRI.CO.ID, Cilegon - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon mendorong pemilahan sampah menjadi kebiasaan siswa melalui program sekolah sampah. Program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada pengumpulan sampah, tetapi juga membangun kesadaran siswa untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Mahyudin mengatakan, salah satu tantangan program tersebut adalah memastikan kegiatan pemilahan sampah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kebiasaan memilah sampah diharapkan dapat diterapkan siswa di sekolah maupun lingkungan rumah.

DLH Kota Cilegon membentuk tim edukator dan evaluator untuk mendampingi sekolah yang baru bergabung. Tim tersebut memberikan edukasi mengenai jenis sampah yang dapat diterima bank sampah, sekaligus melakukan evaluasi melalui kegiatan penimbangan secara berkala.

Menurut Sabri, frekuensi penimbangan disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Ada sekolah yang melakukan penimbangan satu kali dalam sebulan, dua kali dalam sebulan, bahkan ada yang meminta dilakukan setiap pekan.

“Yang mungkin menjadi tantangan yang kami hadapi adalah bagaimana anak ini tidak sesaat, jadi bagaimana mereka itu bisa menjadi habit untuk pemilahan sampah ini,” ucapnya dalam program Banten Menyapa bersama RRI Pro 1 Banten, Kamis, 20 Agustus 2026.

Lebih lanjut Sabri mengatakan dalam program tersebut, siswa diberikan target minimal mengumpulkan satu kilogram sampah per bulan. Namun, DLH tidak memaksakan target tersebut karena yang lebih diutamakan adalah kesungguhan siswa dalam mengikuti kegiatan pemilahan dan pengumpulan sampah.

Sampah yang dikumpulkan antara lain botol, kardus dan kertas. Siswa juga diarahkan untuk memilah komponen sampah berdasarkan jenis dan nilai ekonominya. Sampah kemudian diserahkan kepada bank sampah yang telah bekerja sama dengan sekolah.

Hasil penjualan sampah dikembalikan kepada siswa atau sekolah sesuai kebijakan masing-masing. Manfaat tersebut antara lain digunakan untuk kegiatan bersama, kebutuhan siswa, hingga mendukung pembangunan sekolah.

“Secanggih-canggihnya teknologi yang ada, tetap pemilahan sampah itu menjadi hal yang harus dilakukan mulai dari hulunya,” ucapnya.

Sabri berharap, kebiasaan tersebut dapat ditularkan siswa kepada teman, keluarga dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, edukasi pengelolaan sampah tidak hanya berdampak di lingkungan sekolah, tetapi juga meluas ke lingkungan tempat tinggal siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....