Jurus Rocket Stove Mahasiswa UNIBA Atasi Sampah di Desa Tanjungsari

  • 18 Agt 2026 11:12 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Warga Desa Tanjungsari masih membakar sampah secara terbuka di halaman rumah, praktik yang menghasilkan asap pekat yang mengganggu pernapasan tetangga.
  • Mahasiswa KKM Kelompok 53 Universitas Bina Bangsa menghadirkan solusi inovatif berupa rocket stove (kompor pembakar sampah terarah) yang dipadukan dengan bak penampungan limbah warga.
  • Rocket stove ini bukan sekadar penyuluhan teori, melainkan solusi fisik yang dapat langsung diterapkan di lapangan untuk mengurangi emisi asap dan dampak kesehatan.

RRI.CO.ID, Serang - Kebiasaan membakar sampah secara terbuka di halaman rumah atau pekarangan kosong masih jadi pemandangan akrab bagi warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten. Bagi warga, cara ini dianggap paling praktis untuk memusnahkan sisa limbah rumah tangga. Namun dampak buruknya tak bisa dihindari: asap pekat beterbangan dan mengganggu pernapasan tetangga sekitar.

Melihat kondisi tersebut, rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 53 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) mencoba memutar otak. Mereka tak cuma datang membawa teori atau penyuluhan di balai desa, melainkan langsung meracik solusi fisik dengan membuat rocket stove alias kompor pembakar sampah terarah yang dipadukan dengan bak penampungan limbah warga.

Alat percontohan tersebut dibangun hanya dalam waktu dua hari, yakni 5–6 Agustus 2026. Bergotong royong menyiapkan bahan hingga menyusun material, para mahasiswa akhirnya meresmikan fasilitas pengolah sampah ini bersama pemerintah desa setempat pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Wakil Ketua KKM 53 UNIBA, Hafidz Hidayatullah menceritakan, gagasan ini lahir dari pengamatan langsung terhadap kebiasaan harian warga setempat.

"Sebelumnya di Desa Tanjungsari belum ada rocket stove seperti ini. Kami melihat masih ada masyarakat yang membakar sampah secara terbuka, sehingga kami mencoba menghadirkan inovasi yang sederhana dan bisa menjadi contoh untuk pengelolaan sampah di desa," kata Hafidz, Selasa, 18 Agustus 2026.

Tak cuma membuat alat pembakar berdesain terisolasi agar asapnya terkendali, mahasiswa juga membuat bak pengumpul sampah di sampingnya. Tujuannya sederhana: mengubah perilaku warga agar sampah dikumpulkan dulu dengan rapi, bukan asal lempar dan bakar di lahan terbuka.

"Kami tidak hanya membuat rocket stove, tetapi di sampingnya juga kami buat tempat pengumpulan sampah untuk warga. Harapannya, masyarakat bisa mulai membiasakan diri mengumpulkan dan mengelola sampah dengan lebih teratur," ucap Hafidz.

Bagi anak-anak muda ini, ujian sebenarnya dari program KKM bukanlah saat alat selesai dibangun, melainkan apakah warga mau merawat dan memakainya setelah mahasiswa pulang ke kampus.

"Ukuran keberhasilan program ini bukan hanya alatnya sudah berdiri. Yang paling penting adalah masyarakat mau menggunakan, menjaga, dan kalau bisa ikut mengembangkan. Jadi, setelah kami selesai KKM, program ini tetap bisa berjalan," tutur Hafidz.

Usaha mahasiswa ini membuahkan respons manis dari pihak desa. Kepala Desa Tanjungsari, Zaenal Arifin, menyambut baik terobosan tersebut. Bahkan, jika alat percontohan ini terbukti ampuh dan disukai warga, Pemdes Tanjungsari siap menganggarkan fasilitas serupa untuk disebar ke seluruh RT.

"Kami menyambut baik program yang dibuat KKM 53 ini. Ini merupakan inovasi baru bagi Desa Tanjungsari, khususnya dalam pengelolaan sampah. Kalau program ini memang tepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat, insyaallah ke depannya bisa kita kembangkan, bahkan kalau memungkinkan di setiap RT," ujar Zaenal.

Zaenal menegaskan, kunci utama keberlanjutan alat ini ada di tangan warga sendiri. Kehadiran rocket stove diharapkan tak cuma jadi pajangan desa, melainkan awal dari perubahan cara pandang masyarakat Tanjungsari dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Yang paling penting bukan hanya pembangunannya, tetapi bagaimana masyarakat bisa menggunakan dan menjaga fasilitas ini. Kami berharap masyarakat ikut mendukung dan memanfaatkan inovasi yang sudah dibuat," kata Zaenal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....