Kompetensi Pencari Kerja Belum Sepenuhnya Sesuai Kebutuhan Industri

  • 20 Agt 2026 16:06 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Kesenjangan kompetensi antara pencari kerja dan kebutuhan industri tetap menjadi tantangan utama penyerapan tenaga kerja di Kota Serang.
  • Banyak lowongan pekerjaan yang tersedia belum dapat diisi secara optimal karena keterampilan pencari kerja tidak sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan perusahaan.
  • Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Serang, Popi Nopriadi, mengatakan persoalan ketidaksesuaian kompetensi adalah masalah klasik dalam penyerapan tenaga kerja.

RRI.CO.ID, Serang — Kesenjangan kompetensi antara pencari kerja dan kebutuhan dunia industri masih menjadi salah satu tantangan ketenagakerjaan di Kota Serang. Kondisi tersebut membuat sebagian lowongan pekerjaan yang tersedia belum dapat diisi secara optimal karena keterampilan pencari kerja belum sepenuhnya sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Serang, Popi Nopriadi mengatakan, persoalan ketidaksesuaian kompetensi tersebut masih menjadi masalah klasik dalam penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja biasanya telah menyampaikan kualifikasi tertentu, namun ketika informasi tersebut diteruskan kepada masyarakat, tidak semua pencari kerja memiliki kompetensi yang dipersyaratkan.

“Dunia industri itu datang ke kita kemudian menyampaikan bahwa kita punya lowongan kerja. Tetapi ketika disampaikan kompetensi yang diperlukan kepada masyarakat, kadang-kadang tidak match, atau bahkan tidak punya kompetensi yang memang diharapkan perusahaan,” ujar Popi kepada RRI Banten, Kamis, 20 Agustus 2026.

Popi menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pencari kerja, khususnya lulusan baru, untuk tidak hanya mengandalkan ijazah saat memasuki dunia kerja. Pencari kerja perlu secara aktif meningkatkan keterampilan sesuai bidang yang diminati agar memiliki kompetensi yang dapat diandalkan sekaligus lebih mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri.

Upaya meningkatkan kompetensi juga dilakukan melalui berbagai program pelatihan yang disediakan Disnakertrans Kota Serang, baik melalui program kedinasan maupun kerja sama dengan lembaga pelatihan. Pelatihan tersebut mencakup sejumlah keterampilan, seperti tata boga, menjahit, tata rias pengantin, kriya, bahasa, pengelasan hingga manufaktur.

Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan, tetapi juga membuka peluang usaha mandiri. Popi menyebut sekitar 50 warga Kota Serang telah bekerja di Jepang, sementara peluang di sektor manufaktur, restoran, perhotelan hingga pekerjaan sebagai caregiver masih terbuka.

"Salah satu contoh kebutuhan kompetensi yang cukup spesifik terlihat dari peluang kerja ke Jepang. Kami juga mendorong masyarakat yang berminat bekerja di Jepang untuk menguasai bahasa Jepang, dengan persyaratan minimal kemampuan bahasa pada tingkat N4," ujarnya.

Menurut Popi, banyaknya peluang kerja harus diikuti kesiapan pencari kerja untuk meningkatkan nilai dirinya. Pemerintah juga membutuhkan dukungan masyarakat dan pelaku usaha melalui informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dan perkembangan sektor informal agar program pembinaan dapat disusun lebih tepat sasaran.

Penguatan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri juga menjadi perhatian di wilayah Banten. Kementerian Ketenagakerjaan menyebut pelatihan vokasi berkualitas penting untuk menjembatani kesenjangan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, peningkatan keterampilan dan kesesuaian kompetensi diharapkan mampu memperbesar peluang pencari kerja terserap dunia usaha dan industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....