Serang Mengaji Mulai Dampak, Perilaku Siswa Diklaim Lebih Terarah
- 25 Apr 2026 14:27 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang — Dinas Pendidikan Kota Serang mengklaim program Serang Mengaji mulai berdampak terhadap perilaku pelajar. Saat ini kebiasaan negatif yang sebelumnya kerap muncul di kalangan siswa perlahan berkurang, berganti dengan aktivitas membaca Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
Hal itu terlihat saat uji kemampuan membaca Al-Qur’an di SDN 21 Kota Serang. Sebanyak 50 siswa kelas 6 yang mengikuti tes dinyatakan seluruhnya mampu membaca dengan baik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, capaian tersebut tidak hanya menunjukkan peningkatan kemampuan baca, tetapi juga berdampak pada pembentukan sikap siswa.
“Di SDN 21 ini, kelas 6 sudah 100 persen bisa membaca. Ini bukan hanya soal kemampuan, tapi juga pembiasaan yang membentuk karakter,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
Menurutnya, pembiasaan mengaji yang dilakukan setiap hari sebelum pembelajaran menjadi kunci perubahan tersebut. Siswa tidak hanya didorong memahami pelajaran akademik, tetapi juga dibentuk dari sisi moral dan spiritual.
Ia menambahkan, program ini akan diperluas melalui pengujian menyeluruh di 221 sekolah dasar dan 27 SMP negeri di Kota Serang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan capaian program merata di seluruh satuan pendidikan.
Ketua Satgas Serang Mengaji, H. Enting Abdul Karim menyebut, perubahan perilaku siswa menjadi salah satu dampak yang paling terasa sejak program berjalan.
“Efeknya terlihat, anak-anak lebih terarah. Bahkan aktivitas yang dulu sering muncul seperti perang sarung saat Ramadan, sekarang mulai hilang,” katanya.
Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan secara langsung oleh relawan yang turun ke sekolah-sekolah sejak sebelum Ramadan. Selain menguji kemampuan membaca, relawan juga membimbing siswa secara bertahap.
“Hari ini di SDN 21 terbukti, kelas 6 sudah 100 persen bisa membaca. Ini bukan hanya hasil belajar, tapi juga hasil pembiasaan,” ujarnya.
Di tingkat sekolah, Kepala SDN 21 Kota Serang, Raden Yulianti, mengatakan kegiatan membaca Al-Qur’an sudah menjadi rutinitas harian sebelum proses belajar dimulai.
“Setiap hari anak-anak membaca Al-Qur’an atau hafalan sebelum masuk pelajaran. Itu yang membuat mereka terbiasa,” katanya.
Ia mengakui, pada awal pelaksanaan masih ada siswa yang belum lancar membaca. Namun setelah pendampingan berjalan, kemampuan siswa meningkat hingga seluruhnya bisa membaca.
Perubahan tersebut kini tidak hanya terlihat dari kemampuan membaca, tetapi juga dari sikap siswa yang dinilai lebih tertib dan fokus dalam kegiatan belajar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....