Tri Hita Karana Tanamkan Nilai Toleransi untuk Persatuan Bangsa

  • 27 Jun 2026 22:16 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Kuningan dinilai tidak hanya memperkuat kehidupan spiritual umat Hindu, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Konsep Tri Hita Karana menjadi salah satu ajaran yang terus diterapkan untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Staf Bimas Hindu Kementerian Agama Provinsi Banten, I Ketut Yasa Giriana mengatakan, filosofi Tri Hita Karana menjadi dasar kehidupan umat Hindu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Konsep tersebut mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, hubungan antarmanusia, serta hubungan manusia dengan alam sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.

"Dalam ajaran Hindu kita selalu memegang filosofi Tri Hita Karana, yaitu hubungan baik antara manusia dengan Tuhan, hubungan harmonis antara manusia dengan manusia, dan hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungannya," katanya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurutnya, penerapan nilai tersebut menjadi bekal dalam menciptakan kehidupan yang damai di tengah masyarakat yang majemuk. Ia menilai berbagai persoalan sosial dapat diminimalkan apabila setiap individu mampu membangun komunikasi dan saling menghargai tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Selain Tri Hita Karana, ajaran Tatwam Asi juga menjadi landasan penting dalam menumbuhkan sikap toleransi. Filosofi tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang sama sehingga tidak ada sekat yang membatasi hubungan antarsesama. Dengan memahami nilai itu, masyarakat diharapkan lebih mengedepankan rasa kemanusiaan dibandingkan perbedaan identitas.

"Pada intinya toleransi atau intoleransi itu sebetulnya hanya kurang komunikasi saja. Coba kalau kita mampu berkomunikasi dengan baik, tentu akan tumbuh rasa empati dan saling menghargai," ujarnya.

Ia berharap masyarakat Banten terus menjaga semangat hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya. Menurutnya, Hari Raya Kuningan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebaikan, komunikasi, serta saling menghormati merupakan fondasi penting dalam memperkuat persatuan bangsa dan menjaga kehidupan yang damai di Provinsi Banten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....