Akses Jadi Tantangan Distribusi Air Bersih
- 19 Agt 2026 05:43 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Akses menuju wilayah terdampak kekeringan menjadi salah satu tantangan Dompet Dhuafa Banten dalam menyalurkan bantuan air bersih selama musim kemarau. Kondisi geografis sejumlah wilayah membuat kendaraan pengangkut air harus melewati medan yang sulit, sehingga diperlukan penyesuaian dalam proses distribusi.
Supervisor Remo Dompet Dhuafa Banten, Andi Setiadi, mengatakan tantangan tersebut salah satunya ditemui saat distribusi air bersih ke kawasan Gunung Batur. Kondisi jalan yang menanjak dan cukup curam menjadi perhatian karena kendaraan tangki harus membawa ribuan liter air menuju lokasi penyaluran.
“Biasanya dari fasilitas pendukung seperti kendaraan tangkinya. Misalnya di Gunung Batur itu ada tanjakan yang cukup curam, kesulitannya di situ,” katanya dalam program Kentongan RRI Pro 1 Banten, Selasa, 18 Agustus 2026.
Meski demikian, proses distribusi tetap dapat dilakukan karena pengemudi kendaraan tangki telah terbiasa melewati medan tersebut. Bantuan kemudian disalurkan ke tempat penampungan air sebelum warga mengambil air menggunakan galon maupun jeriken.
Andi menjelaskan, pendekatan distribusi dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Apabila sumber air masih tersedia tetapi berada di lokasi tertentu, Dompet Dhuafa dapat membangun sistem pipanisasi untuk menyalurkan air menuju tempat yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Salah satunya dilakukan di Kampung Bale Kenteng, Sindang Mandi, Baros, Kabupaten Serang. Dompet Dhuafa menggunakan pipa HDPE yang bersifat lentur untuk menyalurkan air dari sumber mata air menuju tempat penampungan dan dari penampungan tersebut, masyarakat dapat mengambil air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Andi, penentuan bentuk bantuan dilakukan setelah Dompet Dhuafa menerima pengajuan dari masyarakat dan melakukan verifikasi. Tim akan melakukan pendataan, wawancara, serta melihat langsung kondisi di lapangan untuk menentukan kebutuhan masyarakat.
Bantuan awal diberikan sesuai kemampuan lembaga dan kebutuhan yang ditemukan. Sementara pembangunan sarana permanen seperti sumur bor memerlukan pembahasan lebih lanjut di internal Dompet Dhuafa.
Selain persoalan akses, distribusi air bersih juga membutuhkan dukungan masyarakat. Dompet Dhuafa Banten menyebut bantuan yang disalurkan berasal dari dana masyarakat yang dihimpun dan kemudian dikembalikan dalam bentuk program kemanusiaan.
“Untuk program Air untuk Kehidupan, sumbernya dari bantuan masyarakat. Dari dana yang terhimpun melalui Dompet Dhuafa Banten, kemudian kita salurkan kembali untuk masyarakat,” ucapnya.
Dompet Dhuafa Banten berharap ke depan dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Sehingga wilayah yang belum tersentuh bantuan air bersih dapat memperoleh manfaat program tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....