Dompet Dhuafa Salurkan Air Bersih ke Daerah Terdampak Kemarau
- 18 Agt 2026 20:11 WIB
- Banten
Poin Utama
- Dompet Dhuafa Banten menjalankan program Air untuk Kehidupan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Banten.
- Program ini tidak hanya memberikan distribusi air bersih tetapi juga membangun sumur bor, pipanisasi, dan penampungan air di wilayah yang membutuhkan.
- Andi Setiadi, Supervisor Remo Dompet Dhuafa Banten, menjelaskan bahwa bantuan air merupakan bagian dari kampanye sedekah air pada puncak musim kemarau.
RRI.CO.ID, Serang - Dompet Dhuafa Banten terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Banten. Upaya tersebut dilakukan melalui program Air untuk Kehidupan, yang menjadi bagian dari kampanye sedekah air untuk membantu masyarakat menghadapi krisis air bersih pada puncak musim kemarau.
Supervisor Remo Dompet Dhuafa Banten, Andi Setiadi, mengatakan program Air untuk Kehidupan memiliki sejumlah bentuk kegiatan. Bantuan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih, tetapi juga pembangunan sumur bor, pipanisasi, serta pembangunan penampungan air di wilayah yang membutuhkan.
“Yang pertama adalah pembangunan sumur bor atau ada juga wakaf sumur bor. Kemudian juga ada pipanisasi air, pembangunan penampungan air, dan yang terakhir distribusi air bersih untuk daerah yang terdampak kekeringan,” katanya dalam program Kentongan RRI Pro 1 Banten, Selasa, 18 Agustus 2026.
Andi menjelaskan, Dompet Dhuafa Banten telah menyalurkan air bersih di sejumlah lokasi. Pada Juli 2026, bantuan sekitar 8.000 liter air bersih disalurkan ke Lingkungan Gunung Batur 1 dan Gunung Batur 2, Merak, Cilongok. Sementara pada Agustus, distribusi kembali dilakukan di wilayah Juhud, Kabupaten Pandeglang, dengan jumlah bantuan sekitar 8.000 liter air bersih.
Selain distribusi air, Dompet Dhuafa juga memiliki sejumlah fasilitas air bersih yang dibangun melalui dana wakaf dan kerja sama dengan Dompet Dhuafa pusat maupun mitra. Fasilitas tersebut antara lain sumur bor di Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, serta beberapa wilayah di Lebak dan Kota Serang.
Menurut Andi, penentuan lokasi bantuan dilakukan melalui beberapa tahapan, usulan dapat berasal dari masyarakat maupun dari Dompet Dhuafa pusat. Setiap pengajuan kemudian diverifikasi melalui pendataan, wawancara, dan pengecekan kondisi di lapangan sebelum bantuan direncanakan.
Ia menyebut, masyarakat memberikan respons positif terhadap distribusi air bersih. Warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih bahkan harus mengambil air dari sungai maupun sumber mata air, dapat memenuhi kebutuhan mereka setelah bantuan tiba.
“Ketika Dompet Dhuafa Banten hadir untuk melakukan penyaluran air bersih di sana, mereka sangat senang sekali,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....