Warga Diminta Tinggalkan Kebiasaan Bakar Sampah
- 19 Jul 2026 16:28 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pembakaran sampah secara terbuka menghasilkan asap yang mengandung zat berbahaya dan dapat mencemari udara serta mengganggu kesehatan masyarakat.
- Helda Fachri, Pendiri Bank Sampah Jaya DanaKitri, mengingatkan masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah demi kesehatan dan kelestarian lingkungan.
- Program GREEN RADIO RRI Pro 1 Banten menjadi wadah untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
RRI.CO.ID, Serang – Pembakaran sampah dianggap bukan solusi dalam mengatasi persoalan limbah rumah tangga. Asap hasil pembakaran mengandung zat berbahaya yang dapat mencemari udara dan mengganggu kesehatan masyarakat.
Pendiri Bank Sampah Jaya DanaKitri, Helda Fachri, mengingatkan masyarakat agar menghentikan kebiasaan membakar sampah secara terbuka karena dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam program GREEN RADIO bersama RRI Pro 1 Banten, Sabtu, 18 Juli 2026.
| Baca juga: Bank Sampah Dorong Kolaborasi Semua Pihak |
Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang memilih membakar sampah karena dianggap cara paling mudah dan cepat untuk mengurangi tumpukan limbah. Padahal, tindakan tersebut justru dapat menimbulkan masalah baru bagi lingkungan sekitar.
"Setop bakar sampah karena bakar sampah itu jahat kepada diri sendiri, keluarga, tetangga maupun udara yang setiap hari kita hirup," ucapnya.
Helda menyebut, pembakaran sampah terbuka telah diatur dalam regulasi pengelolaan sampah karena memiliki dampak buruk terhadap masyarakat. Ia juga mengingatkan adanya aturan yang mengatur larangan pembakaran sampah sembarangan.
Menurutnya, masyarakat perlu mengganti kebiasaan membakar sampah dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya melalui pemilahan sampah, pengomposan, serta menyalurkan sampah bernilai ekonomi melalui bank sampah.
Ia menilai, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar pemahaman mengenai pengelolaan sampah semakin meningkat. Sekolah juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap lingkungan.
Lebih lanjut Helda mengatakan, pengelolaan sampah harus dilakukan secara mandiri oleh berbagai sektor, termasuk kawasan permukiman, perkantoran, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan. Langkah tersebut diperlukan agar jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat dikurangi.
"Sekolah-sekolah juga harus peduli bagaimana mendidik generasi ini agar memahami bahwa sampah tidak harus keluar dari kawasan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....