Bulog Lebak Serap GKP Petani Lampaui Target Pemerintah
- 18 Agt 2026 09:45 WIB
- Banten
Poin Utama
- Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang telah menyerap gabah kering panen sebanyak 41.764 ton, melampaui target penyerapan pemerintah yang ditetapkan sebesar 37.511 ton.
- Pencapaian penyerapan GKP ini mencapai 111 persen dari target yang telah ditetapkan, menunjukkan kinerja yang melampaui ekspektasi.
- Total gabah kering panen yang diserap setara dengan lebih dari 21 ribu ton beras, berkontribusi pada stabilitas ketahanan pangan nasional.
RRI.CO.ID, Lebak - Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang hingga kini telah menyerap gabah kering panen (GKP) petani sebanyak 41.764 ton. Jumlah tersebut telah mencapai 111 persen dari target penyerapan yang ditetapkan pemerintah.
Target penyerapan GKP yang dibebankan kepada Bulog Cabang Lebak tercatat sebanyak 37.511 ton. Dari total GKP yang telah diserap tersebut, jumlahnya setara dengan lebih dari 21 ribu ton beras.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, Muhammad Syaukani, mengatakan penyerapan gabah petani masih terus dilakukan. Proses penyerapan selama Agustus 2026 masih berlangsung karena sejumlah wilayah memasuki masa panen.
"Penyerapan GKP selama Agustus 2026 masih berlangsung, karena dibeberapa daerah di Lebak dan Pandeglang memasuki masa panen," kata Muhammad Syaukani di Lebak, Senin, 17 Agustus 2026,
Ia menjelaskan, kondisi panen yang masih berlangsung menjadi peluang bagi Bulog untuk terus menyerap hasil produksi petani. Bulog berkomitmen menyerap gabah petani sesuai dengan ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP).
Saat ini, gabah petani dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai kebijakan pemerintah. Penyerapan dengan harga tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan ekonomi petani.
"Penyerapan gabah tersebut dipastikan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi petani karena dibeli sesuai harga pembelian pemerintah Rp6.500 per kilogram," ujarnya.
Syaukani menambahkan, penyerapan gabah dilakukan melalui jaringan kemitraan Bulog yang tersebar disejumlah wilayah. Jaringan kemitraan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penyerapan gabah dari petani saat memasuki masa panen.
Ia optimistis penyerapan melalui kemitraan Bulog dapat mencapai volume yang cukup besar setiap harinya. "Penyerapan gabah yang dilakukan pihak kemitraan Bulog bisa mencapai 100-200 ton per hari," katanya.
Kemampuan penyerapan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP). Selain menyerap hasil panen petani, Bulog juga memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat dalam kondisi relatif aman.
"Bulog menjamin ketersediaan pangan relatif aman untuk penyaluran bantuan beras kepada masyarakat yang masuk Desil 1 dan Desil 4. Persediaan beras yang tersimpan di gudang Bulog Warunggunung, Kabupaten Lebak, mencapai sekitar 27 ribu ton," ujarnya.
Stok tersebut dinilai mencukupi untuk mendukung kebutuhan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat penerima. Jumlah penerima bantuan pangan (PBP) yang tercatat mencapai 220.428 warga di wilayah penyaluran.
"Bulog berkomitmen untuk menyerap gabah petani guna membantu ekonomi juga untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP)," ucap Syaukani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....