Produktivitas Gabah Pandeglang Tinggi, Bulog Siapkan Gudang Tambahan
- 27 Jun 2026 18:36 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Tingginya produktivitas lahan pertanian di Kabupaten Pandeglang membuat Perum Bulog Kantor Cabang Lebak-Pandeglang mengkaji skema perluasan kapasitas tampung eksternal guna mengantisipasi luapan Gabah Kering Panen (GKP). Pasalnya, penyerapan GKP di daerah tersebut menembus total 50.000 ton per Juni 2026.
Langkah taktis penyewaan fasilitas gudang di luar aset induk disiapkan guna penyerapan dari wilayah sentra seperti Patia, Cikeusik, Panimbang, dan Pagelaran tidak tersendat. Bulog berkomitmen penuh menjaga kualitas fisik gabah agar tidak mengalami penurunan mutu atau degradasi kualitas selama masa tunggu proses konversi menjadi beras nasional.
"Kalau gudang induk penuh, kami sewa gudang tambahan. Sampai hari ini kapasitas penyimpanan masih tersedia dan siap menerima tambahan gabah maupun beras," ujar Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Lebak-Pandeglang, M. Syaukani Pinca kepada RRI pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Selain aspek kuantitas, keunggulan sektor pertanian Pandeglang terletak pada mutu fisik bulir padi yang dihasilkan. Berdasarkan saringan uji laboratorium dan penilaian pasar, karakteristik gabah asal daerah ini dinilai memiliki tingkat rendemen yang tinggi sehingga menjadi buruan utama para pelaku usaha kilang padi bahkan dari luar Provinsi Banten.
"Gabah Lebak dan Pandeglang kualitasnya sangat bagus. Banyak dicari pembeli dari Jakarta, Serang, Cilegon hingga Lampung. Ini termasuk gabah dengan kualitas unggulan," katanya.
Tingginya minat pasar antarprovinsi seperti Lampung dan DKI Jakarta terhadap gabah lokal Pandeglang menjadi tantangan tersendiri bagi Bulog untuk tetap kompetitif dalam hal kesesuaian harga beli. Otoritas logistik ini harus tetap jeli menyelaraskan instrumen harga fleksibilitas agar para petani di Pandeglang tetap memprioritaskan pasokan mereka untuk penguatan stok cadangan pangan negara.
Melalui skema perluasan kapasitas tampung eksternal, Bulog optimistis dapat menjaga rantai pasok pangan tetap sehat hingga akhir tahun anggaran. Langkah mitigasi ini diharapkan mampu mempertahankan stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus menjamin mutu beras terbaik untuk masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....