Pasokan Pangan Bulog Masuk Koperasi Merah Putih di Kabupaten Serang
- 13 Agt 2026 11:29 WIB
- Banten
Poin Utama
- Ratusan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) secara resmi masuk dalam jalur distribusi pangan Perum Bulog Cabang Serang untuk meningkatkan akses pangan di desa-desa.
- Kabupaten Serang menjadi wilayah penerima pasokan pangan terbanyak dibandingkan daerah lain dalam program distribusi Perum Bulog ini.
- Program penyaluran pangan yang dimulai sejak Februari 2026 sempat mengalami kendala akibat kekosongan stok distributor menjelang akhir Ramadan.
RRI.CO.ID, Serang - Ratusan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) resmi masuk dalam jalur distribusi pangan Perum Bulog Cabang Serang. Wilayah Kabupaten Serang menjadi daerah penerima pasokan terbanyak sejauh ini.
Penyaluran barang sebenarnya sudah berjalan sejak Februari 2026, tetapi sempat tersendat akibat kekosongan stok di tingkat distributor menjelang akhir Ramadan lalu.
Kepala Bulog Cabang Serang, Eko Nugroho menyebut, pengiriman pasokan baru kembali normal usai stok tambahan masuk pada Mei 2026. Menurutnya, dari total 326 KDMP yang terdata di Kabupaten Serang, baru sebagian kecil yang sudah aktif menerima pasokan dari Bulog.
"Kami pasok mulai bulan Februari. Sempat ada kekosongan stok di akhir Ramadan, kemudian masuk stoknya di bulan Mei. Kami pasok lagi ke masyarakat Banten. Di Kabupaten Serang datanya sekitar 326, tapi yang baru berjalan mungkin sekitar 24 persen," ujar Eko, Kamis, 13 Agustus 2026.
Untuk menjaga pemerataan barang, Bulog membatasi kuota pengiriman ke tiap koperasi. Setiap kali kirim, pengurus KDMP hanya mendapatkan jatah maksimal 15 dus minyak goreng. Sementara untuk beras SPHP, pengurus koperasi yang sudah terdaftar resmi sebagai pengecer boleh menebus sampai 4 ton sekaligus dalam sekali pengambilan. Jika stok beras di koperasi sudah ludes terjual ke warga, pengurus bisa langsung mengajukan penebusan ulang ke Bulog.
"Untuk saat ini kami batasi per pengiriman kita berikan 15 dus untuk minyak. Kalau untuk beras SPHP, bagi Koperasi Merah Putih yang sudah terdaftar menjadi pengecer bisa menebus maksimal 4 ton," ucap Eko.
Terkait harga jual ke masyarakat, Bulog sudah menetapkan patokan harga tebus dan harga eceran tertinggi agar pedagang tidak mematok harga seenaknya. Untuk beras SPHP, harga tebus koperasi ditetapkan Rp11.000 per kilogram dengan harga jual maksimal ke warga Rp12.500 per kilogram.
Sementara minyak goreng dijual ke koperasi seharga Rp14.500 per liter dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter. Adapun untuk gula pasir, harga tebus khusus pengecer diberikan Rp17.000 per kilogram dan dijual ke masyarakat seharga Rp17.500 per kilogram.
Seiring bertambahnya jaringan KDMP yang aktif, Eko mengakui perputaran stok pangan di gudang Bulog bakal makin cepat ludes. Untuk mengantisipasi kelangkaan, Bulog Serang mulai gencar menjajaki kerja sama dengan produsen lain demi mengamankan pasokan.
"Semakin bertambah jumlah KDMP atau pengecernya, tentunya pasokannya mungkin akan lebih cepat terkuras habis. Karena kami terus mencari pasokan dari produsen-produsen lainnya," kata dia.
Meski permintaan terus naik, Eko mengimbau warga tidak perlu khawatir akan kehabisan bahan pokok. Cadangan pangan di gudang Bulog Serang dipastikan masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
"Sejauh ini kami prediksi untuk stoknya relatif aman sampai tiga bulan ke depan," ujar Eko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....