Wabup Tangerang Sentil Industri Soal Pengelolaan Limbah

  • 11 Agt 2026 08:56 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Pemkab Tangerang menekankan bahwa pengolahan limbah domestik hasil operasional perusahaan harus menjadi budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar formalitas.
  • Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyampaikan pesan tegas ini saat membuka workshop pengelolaan limbah yang diselenggarakan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
  • Workshop pengelolaan limbah digelar di Hotel Harris Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang pada 10 Agustus 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran dunia usaha.

RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyentil jajaran dunia usaha untuk tak main-main dalam mengolah limbah domestik hasil operasional perusahaan. Pengolahan limbah ditegaskan harus jadi budaya kerja harian, bukan sekadar formalitas saat dinas terkait turun melakukan inspeksi.

Pesan menohok itu disampaikan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat membuka workshop pengelolaan limbah yang digelar PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk di Hotel Harris Gading Serpong, Kelapa Dua, Senin, 10 Agustus 2026.

Wabup Intan menegaskan, pesatnya pertumbuhan pabrik, pergudangan, hingga pemukiman di Kabupaten Tangerang memang menyerap banyak tenaga kerja. Namun, gurihnya keuntungan investasi tak boleh dibayar mahal dengan rusaknya lingkungan warga.

"Pengelolaan limbah tidak boleh hanya dilakukan ketika ada pemeriksaan, tetapi harus jadi sistem manajemen sehari-hari. Jangan sampai perusahaan dapat untung, tapi meninggalkan beban pencemaran bagi masyarakat," kata Intan.

"Pembangunan ekonomi sama kelestarian alam itu harus sejalan. Kita butuh investasi, tapi bukan berarti alam kita dikorbankan begitu saja," ucapnya.

Intan meminta seluruh pengusaha memastikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik berfungsi optimal dan rutin dirawat. Air buangan wajib memenuhi standar baku mutu sebelum dialirkan ke sungai atau saluran warga.

Ia juga menyebut pengolahan limbah tak melulu butuh alat canggih berharga fantastis, melainkan komitmen penerapan teknologi tepat guna yang gampang dirawat.

"Pengelolaan lingkungan itu tidak selalu butuh teknologi mahal. Pakai teknologi tepat guna yang efektif, terukur, dan mudah dipelihara juga sudah sangat cukup, asal konsisten. Ingat, IPAL itu mesin utama menjaga lingkungan, jangan cuma dinyalakan kalau mau ada sidik dari dinas saja," tutur Intan.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Pemkab Tangerang berjanji akan terus mengencangkan pengawasan di lapangan. Perusahaan yang membandel bakal didorong melakukan perbaikan, sementara yang patuh akan dijadikan percontohan.

"Kita ingin Kabupaten Tangerang tumbuh jadi kawasan industri yang kuat. Tapi kita juga mau wariskan sungai yang bersih, air tanah terjaga, dan udara sehat buat anak cucu kita nanti," ujar Intan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....