Lebak Perpanjang Status Siaga Darurat Kekeringan

  • 10 Agt 2026 07:21 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID,Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak resmi memperpanjang status siaga darurat bencana kekeringan hingga September mendatang. Kebijakan tersebut diambil menyusul meningkatnya potensi kekeringan dan krisis air bersih akibat musim kemarau.

Perpanjangan status siaga darurat dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Sejumlah desa dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan kondisi kekeringan saat ini menunjukkan kecenderungan meningkat. "Status siaga darurat bencana kekeringan kemungkinan kita perpanjang hingga dua minggu ke depan karena kondisinya semakin meningkat," kata Febby Rizki Pratama di Lebak, Minggu, 9 Agustus 2026.

Keputusan tersebut juga mempertimbangkan hasil rapat koordinasi yang membahas perkembangan potensi kekeringan di sejumlah daerah. "Hasil rakor di Cikampek menyampaikan bahwa kekeringan akan meningkat sampai bulan September," ujarnya.

Dengan adanya kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Lebak terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani, terutama di daerah yang sumber airnya mulai mengering.

BPBD juga menerima pengajuan permintaan bantuan air bersih dari masyarakat yang terdampak kekeringan. Jumlah permintaan tersebut terus mengalami peningkatan seiring berlanjutnya musim kemarau.

Febby mengatakan pengajuan permintaan bantuan air bersih saat ini telah mencapai sekitar 7.000 kepala keluarga. "Pengajuan permintaan air bersih sudah mencapai 7.000 kepala keluarga," kata Febby.

Tingginya jumlah permintaan tersebut menunjukkan dampak kekeringan mulai dirasakan secara luas oleh masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak. Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kabupaten Lebak terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Lebak telah mendistribusikan sebanyak 249.000 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Bantuan air bersih tersebut telah disalurkan kepada 25.729 kepala keluarga atau sekitar 42.056 jiwa.

Distribusi bantuan mencakup 30 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Lebak. Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan dan permintaan dari wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Selain distribusi air bersih, BPBD Kabupaten Lebak terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memetakan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Koordinasi dilakukan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling terdampak. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Perpanjangan status siaga darurat kekeringan diharapkan dapat memperkuat langkah pemerintah dalam menghadapi potensi peningkatan kekeringan hingga September mendatang. BPBD Kabupaten Lebak memastikan penanganan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan dan perkembangan kebutuhan masyarakat terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....