Petani Untung Besar Harga Gabah Lebak Tembus Rekor

  • 08 Agt 2026 10:46 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Harga gabah kering panen di Kabupaten Lebak mencapai Rp7.500 per kilogram, melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan Rp6.500 per kilogram.
  • Musim kemarau menguntungkan petani karena berkurangnya pasokan gabah di pasaran memicu lonjakan harga.
  • Luas areal panen tertekan selama musim kering, menyebabkan kelangkaan pasokan dan mendorong kenaikan harga gabah di tingkat petani.

RRI.CO.ID, Lebak - Musim kemarau justru membawa berkah manis bagi para petani di Kabupaten Lebak. Harga gabah kering panen (GKP) meroket hingga menembus angka Rp7.500 per kilogram, jauh melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang dipatok Rp6.500 per kilogram.

Kenaikan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan gabah di pasaran lantaran luas areal panen tertekan musim kering.

Seorang pengepul gabah di Lebak, Imas mengungkapkan, harga gabah melompat cukup tajam dalam kurun beberapa pekan terakhir dari harga sebelumnya yang mengendap di kisaran Rp6.000 per kilogram.

"Harga gabah kering panen sekarang sudah tembus Rp7.500 per kilogram. Pasokan memang berkurang karena panen kemarau tidak sebanyak biasanya," kata Imas, Jumat, 7 Agustus 2026.

"Sawah tadah hujan banyak yang tidak produksi. Jadi panen sekarang cuma mengandalkan sawah yang punya irigasi atau pasokan air permukaan," ucap Imas yang tiap hari berburu gabah hingga ke Pandeglang untuk disalurkan ke Banten dan Jakarta.

Tingginya harga jual ini disambut sumringah oleh para petani. Endang, petani asal Kecamatan Cipanas, mengaku lega karena hasil jerih payahnya terbayar tuntas. Dengan produktivitas sekitar 5 ton per hektare dan harga Rp7.500/kg, Endang bisa mengantongi omzet kotor Rp37,5 juta per hektare.

"Harga di atas HPP ini sangat membantu. Setelah dipotong biaya produksi sekitar Rp10 juta, kita masih pegang untung bersih Rp27,5 juta per hektare. Uangnya lumayan banget buat modal tanam periode berikutnya sama buat pegangan kebutuhan dapur keluarga," tutur Endang.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, memproyeksikan luas panen pada Agustus 2026 ini berada di bawah 10.000 hektare. Pihaknya terus mendorong langkah mitigasi agar produksi pangan tak anjlok total di tengah kemarau.

"Harga yang tinggi memberikan nilai tambah buat petani dan membuktikan penyerapan pasar sangat kuat," ujar Rahmat.

"Kami minta petani langsung percepat tanam setelah panen, pakai varietas yang tahan kering, dan atur manajemen air. Pendampingan lewat penyuluh juga kita guncang terus di lapangan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....