TPS Bagendung Cilegon Targetkan Pengolahan Sampah 200 Ton per Hari

  • 04 Agt 2026 19:35 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon – Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung Kota Cilegon yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Daerah Badan Layanan Umum Daerah (UPTD BLUD) menargetkan kapasitas pengolahan sampah meningkat menjadi 200 ton per hari pada 2027. Target tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang ditimbun di tempat penimbunan akhir sekaligus memperpanjang usia layanan TPSA Bagendung di tengah meningkatnya timbulan sampah setiap hari.

Kepala UPTD BLUD TPSA Bagendung Kota Cilegon, Bagus Ardanto, mengatakan saat ini volume sampah yang masuk ke TPSA Bagendung mencapai 420 hingga 450 ton per hari. Sementara itu, kapasitas pengolahan yang berjalan baru sekitar 5 hingga 10 ton sampah per hari yang diolah menjadi bahan bakar padat, serta sekitar 50 kilogram sampah organik yang dimanfaatkan menjadi maggot.

"Ke depannya kami berencana melakukan kerja sama yang baru kami tandatangani hari Senin kemarin untuk peningkatan pengolahan sampah di TPSA Bagendung dari 10 ton menjadi 200 ton per hari. Harapannya di tahun 2027 kita bisa mengoptimalkan pengolahan 200 ton per hari," kata Bagus dalam program Kentongan Tanggap Bencana RRI Banten, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut bertujuan mengurangi jumlah sampah yang harus ditimbun di tempat penimbunan akhir. Dengan pengolahan sekitar 200 ton sampah per hari, beban penimbunan di TPSA Bagendung dapat ditekan sehingga masa operasionalnya menjadi lebih panjang.

Bagus menjelaskan pengolahan sampah dilakukan dengan mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomis, seperti bahan bakar alternatif bagi industri pengguna batu bara. Selain itu, sebagian sampah organik juga dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot yang dapat digunakan sebagai pakan ternak maupun ikan. Menurutnya, pengembangan pengolahan sampah harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah agar produk yang dihasilkan memiliki pasar dan dapat dimanfaatkan.

"Target kami tahun 2027 sudah mulai mengolah 200 ton sampah per hari untuk dijadikan produk yang punya nilai ekonomis. Dengan begitu, sampah yang masuk ke landfill dapat berkurang dan sisanya ditangani dengan metode sanitari atau controlled landfill," ujarnya.

Ia menambahkan pengembangan pengolahan sampah tidak hanya berfokus pada perubahan bentuk sampah, tetapi juga memastikan hasil olahan memiliki pemanfaatan yang jelas. Menurutnya, produk yang tidak memiliki pengguna hanya akan menjadi bentuk sampah baru sehingga tidak menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Bagus berharap peningkatan kapasitas pengolahan sampah dapat didukung berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat. Selain memperkuat pengolahan di hilir, upaya pengurangan sampah dari sumbernya juga dinilai penting agar volume sampah yang masuk ke TPSA Bagendung dapat terus ditekan dan pengelolaan sampah di Kota Cilegon menjadi lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....