Membatasi Gadget, Membuka Ruang Anak untuk Gemar Membaca
- 04 Agt 2026 10:21 WIB
- Banten
Poin Utama
- KKM Literasi Kelompok 33 Untirta melaksanakan program edukasi kepada orang tua tentang pentingnya membatasi penggunaan gadget pada anak di Kelurahan Kepuh, Ciwandan, Cilegon.
- Program ini tidak hanya mengajak anak-anak gemar membaca melalui kegiatan membaca nyaring tetapi juga memberikan akses gratis ke buku cetak dan e-book.
- Keterlibatan keluarga menjadi kunci utama dalam membentuk kebiasaan membaca anak sejak dini menurut Koordinator Humas KKM Literasi 33 Untirta.
RRI.CO.ID, Serang - Edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya membatasi penggunaan gadget pada anak menjadi salah satu fokus kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Literasi Kelompok 33 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menumbuhkan kembali minat baca anak melalui buku cetak maupun e-book yang dapat diakses secara gratis.
Koordinator Humas KKM Literasi 33 Untirta, Muhamad Muzaki, mengatakan pihaknya tidak hanya mengajak anak-anak gemar membaca melalui kegiatan membaca nyaring, tetapi juga memberikan penyuluhan kepada para orang tua mengenai pentingnya mengawasi durasi penggunaan gadget. Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi kunci agar kebiasaan membaca dapat terbentuk sejak dini.
| Baca juga: Orang Tua Jadi Faktor Anak Kecanduan Gadget |
"Kebetulan kami juga melakukan penyuluhan kepada orang tua agar membatasi dan mengawasi penggunaan gadget kepada anak. Alhamdulillah itu sudah mulai diterapkan," kata Muzaki saat berbincang dalam program Sore Ceria RRI Pro 2 Banten, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, hasil kegiatan yang dilakukan selama KKM menunjukkan perubahan positif. Anak-anak yang sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu bermain gim mulai tertarik membaca buku yang disediakan di posko KKM. Buku-buku tersebut juga dapat dipinjam sehingga anak memiliki alternatif aktivitas selain menggunakan gawai.
Selain menyediakan koleksi buku fisik di perpustakaan, KKM Literasi 33 juga mengenalkan sumber bacaan digital kepada masyarakat. Muzaki mengatakan, orang tua yang terkendala membeli buku dapat memanfaatkan layanan e-book gratis melalui platform Literasi Cloud maupun koleksi digital yang disediakan Perpustakaan Nasional.
"Dari narasumber kami disarankan membuka Literasi Cloud. Di sana ada banyak buku bacaan, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, sifatnya e-book dan bisa diakses kapan pun secara gratis. Dari Perpusnas juga menyediakan bacaan versi e-book yang bisa dimanfaatkan masyarakat," ujarnya.
Menurut Muzaki, keberadaan e-book bukan untuk menggantikan buku cetak, melainkan menjadi solusi agar akses terhadap bahan bacaan semakin mudah. Dengan demikian, orang tua tidak memiliki alasan untuk tidak mengenalkan budaya membaca kepada anak meski memiliki keterbatasan biaya membeli buku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....