Orang Tua Jadi Faktor Anak Kecanduan Gadget

  • 08 Mei 2026 08:59 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Banten menilai kecanduan gadget pada anak tidak hanya disebabkan oleh penggunaan gawai atau handphone yang berlebihan, tetapi juga dipengaruhi perilaku orang tua di rumah. Pola pengasuhan yang kurang tepat membuat anak meniru kebiasaan orang tua yang terlalu sering menggunakan gawai dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Banten, Hendry Gunawan menjelaskan, banyak orang tua melarang anak bermain handphone, tetapi beberapa saat kemudian justru kembali memainkan gadget di depan anak. Kondisi tersebut membuat anak merasa penggunaan handphone merupakan hal yang wajar dan boleh dilakukan terus-menerus.

Menurutnya, anak memiliki kemampuan meniru yang sangat kuat terhadap lingkungan terdekat, terutama orang tua. Karena itu, orang tua perlu memberikan contoh yang baik dalam penggunaan gadget. Ketika bekerja menggunakan laptop atau handphone, orang tua perlu menjelaskan kepada anak bahwa perangkat tersebut dipakai untuk pekerjaan, bukan sekadar hiburan.

“Anak itu melihat dan mencontoh. Kalau orang tua melarang tapi kemudian bermain handphone juga, anak akan bingung. Akhirnya anak merasa penggunaan gadget itu memang hal biasa,” ujarnya kepada RRI, Jumat, 8 Mei 2026.

KPAI juga menekankan pentingnya orang tua masuk ke dalam dunia anak. Salah satunya dengan ikut memahami permainan atau tontonan yang disukai anak. Dengan begitu, komunikasi akan lebih mudah terbangun dan anak tidak merasa sendirian dalam dunianya sendiri.

“Orang tua bahkan disarankan sesekali bermain game bersama anak untuk membangun kedekatan emosional. Selain itu, pengawasan digital tidak cukup hanya menggunakan parental control atau pembatasan aplikasi,” ujarnya.

Pendampingan secara langsung tetap menjadi faktor utama. Anak yang terus dibiarkan bermain gadget tanpa pengawasan berpotensi mengalami adiksi hingga sulit bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

KPAI mengingatkan, penggunaan gadget secara berlebihan juga dapat memicu tantrum ketika handphone diambil. Anak menjadi mudah marah, melempar barang, bahkan mengalami perubahan perilaku akibat terlalu nyaman berada di dunia digital.

“Karena itu, kami berharap orang tua diminta terus belajar mengenai pola pengasuhan dan digital parenting agar dapat mendampingi anak secara tepat di era teknologi saat ini,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....