Kegiatan Literasi Dorong Anak Lebih Gemar Membaca
- 04 Agt 2026 09:47 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Literasi Kelompok 33 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menjalankan berbagai program kerja untuk meningkatkan budaya literasi di Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Program tersebut meliputi revitalisasi perpustakaan mini, kegiatan membaca nyaring, hingga Proyek Berbasis Bacaan (Prosa).
Koordinator Humas KKM Literasi 33 Untirta, Muhamad Muzaki mengatakan, KKM Literasi merupakan program tematik yang berada di bawah naungan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Berbeda dengan KKM reguler, mahasiswa menjalankan program kerja yang telah ditetapkan Perpusnas dengan penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
"Program pertama kami adalah revitalisasi perpustakaan mini di kantor Kelurahan Kepuh. Karena kondisinya sudah kurang terawat, kami melakukan pendataan ulang, memilah buku yang masih layak, kemudian menjalankan program membaca nyaring dan Prosa atau proyek berbasis buku bacaan yang kami modifikasi agar lebih menarik bagi anak-anak," ujar Muzaki, Senin, 3 Agustus 2026.
Melalui koordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon, KKM Literasi 33 berhasil memperoleh hibah sekitar 120 buku dari Perpusnas untuk melengkapi koleksi perpustakaan mini tersebut. Selain membenahi fasilitas, mahasiswa juga aktif menggelar kegiatan membaca nyaring di sejumlah TK, TPQ, dan SD di Kelurahan Kepuh.
“Kegiatan tersebut tidak hanya mengajak anak mendengarkan cerita, tetapi juga melatih keberanian berbicara di depan umum melalui sesi tanya jawab dan membaca bersama,” kata Muzaki.
Selain itu, program Prosa turut menjadi sarana bagi anak-anak mengekspresikan kreativitas berdasarkan buku yang telah dibacakan. Melalui kegiatan membuat bunga, pohon harapan, hingga karya sederhana lainnya, mahasiswa mendorong peserta menuangkan cita-cita dan gagasan mereka.
Ketua KKM Literasi 33 Untirta, Muhammad Rafli, menambahkan berbagai program yang dijalankan mulai menunjukkan dampak positif. Menurutnya, minat baca anak meningkat, penggunaan gawai mulai berkurang, serta kemampuan membaca dan kepercayaan diri anak berkembang setelah rutin mengikuti kegiatan literasi.
"Anak-anak yang awalnya malu akhirnya berani tampil membaca nyaring di depan teman-temannya. Bahkan ada beberapa siswa kelas bawah yang sebelumnya belum lancar membaca, sekarang sudah mulai bisa karena kami dampingi secara bertahap," ujar Rafli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....