Tepis Writers Block, Komunitas Love Literasi Bagikan Tip Konsisten Menulis

  • 27 Apr 2026 11:49 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Menghadapi tantangan kemacetan ide atau writer's block seringkali menjadi penghalang bagi penulis pemula maupun profesional. Menanggapi hal tersebut, Komunitas Love Literasi (Lovely) membagikan sejumlah strategi kreatif untuk menjaga konsistensi menulis, terutama di tengah gempuran distraksi era digital.

Ketua Komunitas Love Literasi, Lili Mulyani menjelaskan, kunci utama untuk terus produktif adalah dengan mengasah kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, ide tidak harus dicari jauh-jauh karena setiap momen dalam hidup selama 24 jam dapat menjadi bahan tulisan yang menarik.

"Apapun bisa jadi ide, mulai dari urusan domestik rumah tangga hingga obrolan di warung sayur. Kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari justru lebih mudah menyentuh hati pembaca karena terasa relate," ujar Lili saat berdialog di Pro 1 RRI, Minggu, 26 April 2026.

Selain itu, komunitas yang berbasis di Tangerang ini menekankan pentingnya memiliki ekosistem pendukung. Komunitas berperan vital dalam menjaga motivasi anggota saat semangat mulai menurun. Dengan adanya tantangan menulis rutin, seperti membuat kutipan harian atau menulis kisah inspiratif untuk buku antologi, penulis dipaksa untuk terus berlatih hingga menulis menjadi sebuah kebutuhan atau "candu" yang positif.

Terkait kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI), Love Literasi melihatnya bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai partner kerja. AI dapat dimanfaatkan sebagai asisten untuk mengecek diksi, memperkaya kosa kata, atau bertukar ide saat buntu. Namun, Lili mengingatkan bahwa rasa dan emosi tetaplah milik manusia yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

"Tulisan yang jujur dan ditulis dengan emosi akan memiliki ciri khas yang lebih kuat dan mampu tersampaikan dengan baik kepada pembaca," kata dia.

Bagi masyarakat yang ingin mulai berkarya, Love Literasi menyarankan untuk tidak perlu malu atau terlalu memikirkan kualitas di awal. Hal terpenting adalah berani menuangkan pikiran ke dalam tulisan dan melakukannya secara konsisten. Melalui wadah seperti website dan buku antologi, komunitas ini berkomitmen terus memberdayakan masyarakat agar literasi tidak hanya menjadi status media sosial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi orang banyak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....