Robotik Tanpa Internet Jadi Solusi Pembelajaran Digital di Sekolah Terpencil

  • 03 Agt 2026 14:49 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • SD Negeri Cinoyong 1 di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, mengembangkan pembelajaran robotik yang tidak memerlukan komputer atau jaringan internet dengan dukungan Youth Excellence International Foundation (YEIF).
  • Metode pelatihan ini lahir dari evaluasi kondisi sekolah-sekolah di Kecamatan Carita yang menghadapi kendala ketidakstabilan jaringan internet meskipun sudah memiliki perangkat komputer.
  • Inovasi ini memungkinkan siswa di daerah dengan infrastruktur terbatas tetap dapat mengakses dan mengikuti pembelajaran berbasis robotik tanpa bergantung pada akses internet yang memadai.

RRI.CO.ID, Pandeglang – Keterbatasan akses internet tidak menjadi penghalang bagi SD Negeri Cinoyong 1, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, dalam mengembangkan pembelajaran digital. Bersama Youth Excellence International Foundation (YEIF), sekolah tersebut menerapkan metode pelatihan robotik yang tidak bergantung pada komputer maupun jaringan internet, sehingga tetap dapat diikuti siswa di daerah dengan infrastruktur terbatas.

Sekretaris (YEIF), Syailendra Harahap, mengatakan metode tersebut lahir setelah pihaknya mengevaluasi kondisi sejumlah sekolah di Kecamatan Carita. Meski sekolah telah memiliki komputer, kualitas jaringan internet dinilai belum stabil sehingga sering menghambat proses pembelajaran berbasis digital.

Syailendra mengungkapkan pengalaman saat mendampingi pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), di mana koneksi internet sempat terputus ketika ujian berlangsung. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi (YEIF) untuk merancang pembelajaran robotik yang lebih sesuai dengan kondisi sekolah di lapangan.

"Robotik yang kami lakukan tetap mengajarkan logika pemrograman, tetapi tidak perlu menggunakan komputer. Coding-nya dipindahkan dalam bentuk susunan kartu pemrograman sehingga lebih sesuai dengan kondisi sekolah yang masih memiliki kendala jaringan," kata Syailendra.

Melalui metode tersebut, peserta tetap mempelajari konsep computational thinking atau logika berpikir komputasional. Robot dirakit dan diprogram menggunakan kartu-kartu instruksi untuk menjalankan tugas tertentu, sehingga siswa dapat memahami prinsip dasar pemrograman tanpa harus bergantung pada perangkat digital yang terhubung internet.

Kepala SDN Cinoyong 1, Ade Juhaeni mengakui, keterbatasan jaringan masih menjadi tantangan utama di sekolahnya. Bahkan pada awal pelaksanaan pelatihan beberapa tahun lalu, guru harus mencari lokasi yang memiliki sinyal agar dapat mengikuti materi yang membutuhkan koneksi internet. Selain itu, keterbatasan sarana prasarana juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi sekolah.

Meski demikian, kolaborasi antara sekolah dan (YEIF) terus berlanjut tanpa membebankan biaya kepada peserta. Inovasi robotik tanpa internet diharapkan menjadi solusi agar siswa di wilayah terpencil tetap memperoleh kesempatan mempelajari teknologi digital sekaligus memiliki kemampuan yang setara untuk mengikuti kompetisi robotik di tingkat provinsi maupun nasional

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....