Terkenal sebagai Lokasi Ziarah, Gunung Gedor Akan Alihkan Jalur Pendaki

  • 28 Jul 2026 10:39 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kelurahan Cibendung menyiapkan jalur alternatif menuju area puncak Gunung Gedor agar wisatawan tidak lagi melintasi Makom Syekh Abdurohman. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kekhusyukan peziarah sekaligus mendukung pengembangan Gunung Gedor yang telah masuk dalam data destinasi wisata Provinsi Banten.

Lurah Cibendung, Yanti Nur Nasyiatul, mengatakan rencana pengalihan jalur merupakan hasil koordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat. Menurutnya, Makom Syekh Abdurohman merupakan petilasan tokoh agama yang selama ini menjadi tujuan ziarah masyarakat sehingga perlu dijaga dan dihormati.

"Itu merupakan petilasan tokoh agama yang harus kita hormati. Kami juga tidak bisa memastikan semua wisatawan memahami adab ketika melewati area makom. Karena itu, ada masukan dari tokoh agama agar dibuat jalur lain menuju area take off," kata Yanti, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sebelum Gunung Gedor dikenal sebagai destinasi wisata alam, Makom Syekh Abdurohman lebih dahulu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Hingga kini, tradisi berziarah sebelum menuju puncak masih dilakukan sebagian pengunjung.

"Sejak sebelum wisata ini dibuka sudah banyak masyarakat yang datang untuk berziarah ke Makom Syekh Abdurohman. Biasanya mereka berziarah terlebih dahulu sebelum naik ke puncak," ujarnya.

Menurut Yanti, keberadaan wisata alam dan wisata religi di kawasan yang sama menjadi alasan pemerintah kelurahan menyiapkan penataan akses. Dengan jalur alternatif, wisatawan yang hendak menuju area camping maupun lokasi take off nantinya tidak lagi melewati area makom, sehingga aktivitas ziarah dapat berlangsung lebih tenang.

Saat ini, wisatawan masih menggunakan jalur yang melintasi Makom Syekh Abdurohman. Namun, pembangunan akses baru belum dapat dilakukan karena pemerintah kelurahan masih memprioritaskan penyediaan fasilitas dasar di kawasan wisata. "Kami masih fokus membangun toilet dan posko-posko terlebih dahulu. Pembuatan jalur baru membutuhkan tenaga dan waktu, sehingga akan dilakukan secara bertahap," ucapnya.

Selain menyiapkan jalur alternatif, pemerintah kelurahan bersama masyarakat terus melengkapi fasilitas penunjang wisata. Jalur pendakian telah diperlebar hingga sekitar 1,5 meter sehingga pengunjung dapat berjalan berdampingan maupun berpapasan dengan lebih nyaman. Satu unit toilet juga telah difungsikan, sementara pembangunan posko dilakukan secara bertahap.

Yanti menambahkan, di kawasan Gunung Gedor juga terdapat sejumlah batu yang diduga merupakan peninggalan masa lampau. Namun hingga kini belum dilakukan kajian untuk memastikan nilai sejarah maupun budaya dari temuan tersebut. "Kalau pengembangan Gunung Gedor sudah lebih matang, kami ingin mengkaji potensi budaya yang ada bersama pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut," katanya.

Ia berharap penataan kawasan dilakukan secara bertahap sehingga potensi wisata alam, wisata religi, dan nilai sejarah di Gunung Gedor dapat berkembang secara berdampingan. "Gunung Gedor sudah masuk dalam data destinasi wisata Provinsi Banten. Kami ingin pengembangannya tetap menjaga nilai budaya dan religi yang sudah ada sejak lama di kawasan ini," kata Yanti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....