Ratusan SD di Lebak Belum Miliki Gedung Perpustakaan yang Memadai

  • 28 Jul 2026 06:31 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Sebanyak 313 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lebak hingga kini masih belum memiliki gedung perpustakaan sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak karena perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Dari total 778 SD yang tersebar di Kabupaten Lebak, baru sekitar 60 persen sekolah yang telah memiliki bangunan perpustakaan. Sementara sisanya masih mengandalkan ruang kelas atau sudut baca sederhana untuk menyediakan bahan bacaan bagi peserta didik.

Keberadaan perpustakaan dinilai sangat penting karena menjadi pusat sumber belajar bagi siswa maupun tenaga pendidik. Melalui perpustakaan, siswa dapat memperoleh berbagai referensi bacaan yang mampu menambah wawasan dan mendukung proses pembelajaran.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Sahril Apani, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan ketersediaan fasilitas perpustakaan di sekolah. Namun, pembangunan gedung perpustakaan belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu singkat.

"Ya, masih banyak SD yang belum memiliki bangunan perpustakaan, tepatnya 313 sekolah. Baru sekitar 60 persen SD di Lebak yang telah memiliki bangunan perpustakaan dari total 778 SD," kata Sahril Apani, di Lebak, Senin,27 Juli 2026.

Dinas Pendidikan telah menyusun program pembangunan perpustakaan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. "Kami berkomitmen membangun gedung perpustakaan secara bertahap agar seluruh sekolah nantinya memiliki fasilitas yang memadai," ujarnya.

Sahril menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama yang menyebabkan pembangunan perpustakaan belum dapat menjangkau seluruh sekolah. Karena itu, pemerintah daerah menerapkan skala prioritas dalam pelaksanaan pembangunan sarana pendidikan setiap tahunnya.

Sekolah-sekolah yang dinilai paling membutuhkan akan menjadi prioritas dalam program pembangunan berikutnya. Meski belum memiliki gedung perpustakaan, sekolah tetap didorong untuk menyediakan akses bacaan bagi para siswa.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan sudut baca di lingkungan sekolah. "Perpustakaan sangat penting. Karena itu kami juga menganjurkan setiap sekolah, meskipun belum memiliki perpustakaan, agar menyediakan sudut baca yang dapat dimanfaatkan siswa sebagai sumber referensi," kata Sahril.

Keberadaan sudut baca dapat menjadi solusi sementara untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan peserta didik. Ia berharap siswa tetap memiliki kesempatan membaca berbagai buku pengetahuan, cerita, maupun referensi pembelajaran lainnya.

Sahril menegaskan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membangun budaya membaca sejak usia dini. "Melalui perpustakaan, minat baca siswa dapat terus ditingkatkan sehingga kualitas pembelajaran juga akan semakin baik," ujarnya.

Ke depan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak menargetkan seluruh sekolah di semua jenjang pendidikan memiliki fasilitas perpustakaan yang layak. Dengan tersedianya perpustakaan, siswa diharapkan lebih mudah mengakses berbagai sumber ilmu pengetahuan untuk mendukung prestasi akademik maupun pengembangan karakter.

Pemerintah daerah juga berharap dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat pemenuhan sarana pendidikan, termasuk pembangunan gedung perpustakaan di sekolah-sekolah yang masih belum memilikinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....