Kasus DBD Relatif Rendah, Anak-anak Masih Mendominasi Pasien di Puskesmas Pancur

  • 27 Jul 2026 05:37 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Anak-anak masih menjadi kelompok yang paling banyak terjangkit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Meski jumlah kasus pada tahun ini tergolong rendah, masyarakat diminta tetap waspada karena DBD merupakan penyakit endemis yang muncul setiap tahun.

Kepala Puskesmas Pancur, Wulan, mengatakan kondisi geografis dan iklim di Indonesia membuat DBD tetap ditemukan setiap tahun. Pergantian musim hujan dan kemarau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

"DBD merupakan penyakit endemis. Setiap tahun pasti ada karena kita memiliki dua musim, yaitu hujan dan panas. Itu sebabnya kasusnya selalu muncul setiap tahun," kata Wulan, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sepanjang tahun ini Puskesmas Pancur menangani beberapa pasien yang terindikasi DBD. Pasien yang datang dengan keluhan demam akan menjalani pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Apabila hasil pemeriksaan mengarah pada DBD dan membutuhkan penanganan lanjutan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

"Di puskesmas sudah ada pemeriksaan DBD. Kalau pasien datang dengan gejala awal demam dan dicurigai DBD, langsung kami lakukan pemeriksaan sehingga penanganannya bisa lebih cepat," ujarnya.

Menurutnya jumlah kasus DBD pada musim kemarau tahun ini hanya berkisar satu hingga dua kasus. Angka tersebut tidak jauh berbeda dibandingkan tahun 2025 yang juga mencatat jumlah kasus relatif rendah.

Ia menyebut sebagian besar pasien DBD yang ditangani merupakan anak-anak. Karena itu, orang tua diminta tidak mengabaikan demam yang dialami anak, terutama jika berlangsung beberapa hari.

"Rata-rata yang terkena DBD itu anak-anak," ucapnya.

Selain itu, Wulan mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah. Nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD berkembang biak di genangan air bersih, sehingga kawasan permukiman dan kompleks perumahan menjadi lokasi yang perlu mendapat perhatian lebih.

"Nyamuk Aedes aegypti senang berkembang biak di air bersih. Karena itu, tempat penampungan air di rumah perlu rutin dikuras dan dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk," katanya.

Puskesmas Pancur mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam yang tidak kunjung turun agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan risiko komplikasi dapat dicegah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....