DPRD Kota Serang Dorong Tambahan Sekolah di Kawasan TBL dan BIP
- 26 Jul 2026 14:42 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kawasan Taman Banten Lestari (TBL) dan Bumi Indah Permai (BIP) di Kota Serang membutuhkan penambahan sekolah negeri untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penduduk.
- Evaluasi SPMB 2026 menemukan ketimpangan distribusi daya tampung sekolah negeri antara wilayah yang padat penduduk dengan wilayah yang minim peserta didik.
- Ketua DPRD Kota Serang menekankan pentingnya penyesuaian pembangunan satuan pendidikan dengan perkembangan dan dinamika permukiman di setiap kawasan.
RRI.CO.ID, Serang - Kawasan Taman Banten Lestari (TBL) dan Bumi Indah Permai (BIP) dinilai membutuhkan tambahan sekolah negeri seiring meningkatnya jumlah penduduk. Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan dalam evaluasi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Serang.
Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman mengatakan, pembangunan satuan pendidikan perlu disesuaikan dengan perkembangan kawasan permukiman. Menurutnya, masih ada wilayah padat penduduk yang belum memiliki daya tampung sekolah negeri yang memadai, sementara di wilayah lain justru terdapat sekolah dengan jumlah peserta didik yang minim.
"Harus ada pemetaan lagi supaya layanan pendidikan lebih merata. Ada daerah yang sekolahnya kurang karena penduduknya padat, sementara di tempat lain jumlah muridnya justru sedikit," kata Muji, Jumat, 24 Juli 2026.
Muji mencontohkan, kawasan TBL dan BIP yang terus berkembang, tetapi belum diimbangi penambahan sekolah negeri. Ia mengaku menerima laporan dari masyarakat yang kesulitan memperoleh sekolah karena keterbatasan daya tampung di wilayah tersebut.
"Keluhan orang tua karena daerahnya padat, seperti di TBL, BIP dan sekitarnya, sekolahnya memang masih kurang. Informasinya juga nanti akan ada hibah lahan untuk pembangunan sekolah di sana," ujarnya.
Selain mendorong pemerataan sekolah, Muji menilai pelaksanaan SPMB tahun ini berlangsung lebih tertib dibanding tahun sebelumnya. Ia menyebut seluruh pihak telah bersepakat menjalankan proses penerimaan sesuai aturan sehingga dirinya juga tidak melakukan titip-menitip calon peserta didik.
"SPMB tahun ini lebih tertib. Kami juga sudah menandatangani kesepakatan bersama, jadi saya pribadi tidak melakukan titip-menitip," katanya.
Menurut Muji, keluhan masyarakat saat SPMB masih didominasi persoalan kuota dan minimnya pemahaman orang tua terhadap sistem pendaftaran daring. Karena itu, DPRD mengusulkan setiap sekolah menyiapkan operator khusus untuk mendampingi masyarakat selama proses pendaftaran.
Ia menjelaskan, peserta masih memiliki peluang berpindah jalur selama masa pendaftaran belum ditutup apabila memenuhi persyaratan, seperti jalur afirmasi bagi penerima PKH atau PIP maupun jalur prestasi akademik dan nonakademik. "Kalau dipantau sejak awal, masih ada kesempatan berpindah jalur selama pendaftaran belum ditutup. Jadi jangan sampai terlambat karena tidak memahami sistemnya," ucap Muji.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....