Pemkot Serang Kembali Terima Bantuan Pembangunan Jalan dari Dana CSR

  • 24 Jul 2026 14:20 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Pemkot Serang menambah pembangunan infrastruktur melalui program CSR sebagai upaya mempercepat penanganan jalan tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.
  • Ruas Jalan Nambo–Ampel di Kecamatan Walantaka adalah proyek keenam yang dibiayai perusahaan dengan panjang 253 meter dan lebar enam meter.
  • Kolaborasi antara Pemkot Serang, Forum TJSL/CSR Badan Usaha Kota Serang, dan PT Agung Perkasa Land menjadi model pendanaan alternatif untuk pembangunan infrastruktur.

RRI.CO.ID, Serang – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali menambah pembangunan infrastruktur melalui program corporate social responsibility (CSR). Kali ini, ruas Jalan Nambo–Ampel di Kecamatan Walantaka menjadi proyek keenam yang dibiayai perusahaan, sebagai upaya mempercepat penanganan jalan tanpa seluruhnya bergantung pada APBD.

Jalan tersebut akan dibangun sepanjang sekitar 253 meter dengan lebar enam meter melalui kolaborasi Pemerintah Kota Serang, Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) Badan Usaha Kota Serang, dan PT Agung Perkasa Land.

Direktur PT Agung Perkasa Land, Chin Finddy Wong mengatakan, perusahaan setiap tahun mengalokasikan anggaran CSR untuk membantu pembangunan di Kota Serang. Perbaikan Jalan Nambo–Ampel dipilih karena kondisinya telah rusak dan berada di sekitar kawasan yang dikembangkan perusahaan.

"Sebagai pengembang swasta di Kota Serang, kami memang menganggarkan dana CSR setiap tahun. Jalan yang paling dekat dengan kawasan perumahan kondisinya sudah rusak sehingga kami memilih membantu perbaikannya," kata Chin Finddy Wong, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia memperkirakan nilai pekerjaan mencapai lebih dari Rp100 juta. Nilai tersebut masih menunggu hasil perhitungan teknis dari DPUPR Kota Serang.

"Nominalnya di atas Rp100 juta. Angka pastinya masih dihitung karena menunggu kajian teknis," ujarnya.

Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi menjelaskan, penanganan Jalan Nambo–Ampel membutuhkan metode konstruksi khusus karena sebagian ruas berada di dekat jembatan yang melintasi jalan tol.

Menurutnya, bagian jalan yang berada di atas jembatan akan menggunakan lapisan hotmix agar tidak menimbulkan patahan pada konstruksi, sedangkan ruas lainnya dibangun dengan betonisasi.

"Lokasinya bersentuhan langsung dengan jembatan penyeberang tol. Karena itu, bagian jembatan menggunakan hotmix agar tidak terjadi patahan, sedangkan ruas lainnya dibeton," ujar Iwan.

Ia menambahkan, seluruh pekerjaan fisik dilaksanakan oleh pihak perusahaan, sedangkan DPUPR bertugas melakukan kajian teknis, pendampingan, dan pengawasan agar hasil pembangunan sesuai standar.

"Kami melakukan kajian teknis, kemudian mendampingi dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar sesuai spesifikasi," katanya.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan, pembangunan Jalan Nambo–Ampel menambah daftar proyek infrastruktur yang dikerjakan melalui skema CSR di Kota Serang. Hingga kini, sudah enam titik infrastruktur berhasil direalisasikan melalui dukungan dunia usaha.

"Ini proyek CSR yang keenam. Kami mendorong perusahaan yang beroperasi di Kota Serang ikut berkontribusi membangun infrastruktur di lingkungan sekitarnya. Pola seperti ini membuat lebih banyak jalan bisa ditangani tanpa seluruhnya mengandalkan APBD," kata Budi.

Ia berharap semakin banyak perusahaan berpartisipasi dalam pembangunan melalui program CSR sehingga percepatan perbaikan infrastruktur dapat menjangkau lebih banyak wilayah sesuai kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....