Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan Anak

  • 23 Jul 2026 19:18 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Pandeglang untuk memperkuat peran keluarga dalam mengawasi tumbuh kembang anak dari ancaman kenakalan remaja. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, Firmansyah, menegaskan pembentukan kepribadian anak sangat bergantung pada pola didikan serta perhatian penuh dari orang tua.

"Terbentuk atau tidaknya kepribadian anak sangat tergantung pada didikan orang tuanya karena pengawasan utama tentu berada di dalam rumah. Banyak orang tua bekerja di luar Pandeglang dan menitipkan anaknya kepada neneknya sehingga pengawasan terhadap aktivitas sekolah menjadi berkurang," ujar Firmansyah, Kamis 23 Juli 2026.

Ia menyoroti saat ini banyak anak terpaksa dititipkan kepada kakek atau nenek karena orang tuanya bekerja di luar daerah sehingga pengawasan harian menjadi kurang optimal. Padahal menurutnya pengawasan orang tua secara langsung di rumah sangat menentukan pembentukan karakter anak agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas maupun kenakalan remaja.

Firmansyah mencontohkan fenomena anak sekolah yang sering kali membolos atau tidak masuk kelas seringkali diakibatkan minimnya pendampingan langsung dari orang tua yang jarang pulang ke rumah. Pola pengasuhan yang diserahkan sepenuhnya kepada lansia dinilainya sering kali tidak sejalan dengan metode pendidikan orang tua kandung sehingga memicu pergeseran perilaku negatif.

Selain kake dan nene menurutnya penitipan anak kepada sanak saudara pun kerap memicu masalah kedisiplinan belajar di sekolah apabila komunikasi antara keluarga dan pihak institusi pendidikan terputus. Pihak dinas sering kali menerima laporan anak berangkat menuju sekolah tetapi tidak pernah sampai di ruang kelas akibat lemahnya kontrol pengasuhan harian.

Kondisi tersebut disebutnya menuntut kesadaran tinggi dari para orang tua untuk meluangkan waktu minimal sekali dalam seminggu untuk memantau perkembangan anak secara langsung. Kehadiran fisik dan emosional keluarga di rumah dinilainya merupakan benteng pertahanan utama untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam lingkaran perundungan serta kenakalan di luar sekolah.

Pemerintah daerah terus menggalakkan edukasi kepada masyarakat luas mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang ramah anak guna menyambut visi besar Generasi Emas 2045. Isu darurat kekerasan serta perlindungan hak anak di ruang digital maupun nyata dikatakan Firmansyah harus disikapi secara kolektif oleh seluruh elemen keluarga di Pandeglang.

Puncak peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Pandeglang sendiri dipusatkan di Pendopo dengan melibatkan partisipasi aktif anak-anak melalui berbagai kegiatan edukatif. Melalui peringatan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dan pengasuhan anak semakin meningkat demi masa depan bangsa yang lebih baik.

"Kami mengimbau para orang tua agar lebih peduli dan tidak menyerahkan sepenuhnya pengasuhan anak kepada neneknya tanpa pengawasan berkala. Hubungan komunikasi yang intensif antara orang tua dan anak mutlak diperlukan agar karakter positif mereka tetap terjaga dengan baik," kata Firmansyah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....