Damkar Lebak Imbau Waspada Kebakaran Musim Kemarau
- 25 Jul 2026 06:34 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Memasuki musim kemarau, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang cenderung meningkat. Penurunan debit air dari sumur maupun sungai menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lebak, Iwan Darmawan, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Kesiapsiagaan personel serta ketersediaan sumber air untuk mendukung proses pemadaman juga terus diperhatikan.
"Memasuki musim kemarau, kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengantisipasi bahaya dan risiko kebakaran. Saat ini sumber air, baik dari sumur maupun sungai, mulai mengalami penurunan debit, sehingga kami terus melakukan mitigasi terkait kebutuhan sumber air untuk mendukung upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran," ujar Iwan di Lebak, Jum'at, 24 Juli 2026.
Kondisi musim kemarau membuat potensi kebakaran menjadi lebih tinggi dibandingkan musim penghujan. Karena itu, seluruh personel pemadam kebakaran disiagakan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Lebak.
Iwan mengatakan upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Ia mengajak warga menjaga lingkungan dan menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu munculnya api.
"Masyarakat kami minta untuk selalu menjaga lingkungan, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuka atau membersihkan lahan perkebunan dengan cara dibakar," katanya. Kebiasaan membakar sampah maupun lahan sangat berbahaya, terutama ketika cuaca panas disertai angin kencang.
Dalam kondisi tersebut, api dapat dengan mudah merambat ke area lain dan memicu kebakaran hutan maupun lahan. "Cara seperti itu sangat berbahaya saat musim kemarau. Ketika angin bertiup kencang, api bisa dengan cepat merambat dan memicu kebakaran hutan maupun lahan," ucapnya.
Selain faktor lingkungan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kebakaran yang berasal dari instalasi listrik. Menurut Iwan, instalasi listrik yang sudah tua atau tidak layak pakai berpotensi menyebabkan korsleting.
Risiko tersebut semakin tinggi apabila rumah atau bangunan dalam kondisi kosong tanpa pengawasan. Karena itu, warga diminta rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing untuk memastikan kondisinya tetap aman.
"Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memeriksa instalasi listrik di rumah, terutama jika rumah sering ditinggalkan kosong. Langkah sederhana ini dapat mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik," ujarnya.
Pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Ia berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Satpol PP dan Damkar juga akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran selama musim kemarau. Dengan meningkatnya kewaspadaan bersama, risiko terjadinya kebakaran di permukiman, lahan, maupun kawasan hutan diharapkan dapat ditekan.
"Kami berharap seluruh masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan mematuhi imbauan ini. Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk meminimalkan risiko kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik bagi masyarakat maupun lingkungan," kata Iwan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....