SDN Serang 4, 8, dan 16 Dimerger, 380 Siswa Mulai Beradaptasi

  • 22 Jul 2026 12:52 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Penggabungan sekolah ini melibatkan 380 siswa yang harus beradaptasi dengan komposisi kelas baru, teman sekelas baru, dan wali kelas baru.
  • Proses merger tidak hanya mengubah struktur administrasi, tetapi juga memetakan ulang siswa secara merata di antara ketiga sekolah yang digabung.
  • Tiga Sekolah Dasar Negeri di Kota Serang (SDN Serang 4, SDN Serang 8, dan SDN Serang 16) resmi digabung menjadi satu pengelolaan di bawah SDN Serang 4.

RRI.CO.ID, Serang - Sebanyak 380 siswa di kawasan Benggala, Kota Serang mulai menjalani suasana belajar baru setelah SD Negeri Serang 4, SD Negeri Serang 8, dan SD Negeri Serang 16 resmi digabung (dimerger) menjadi satu pengelolaan di SDN Serang 4.

Penggabungan ini tak hanya mengubah urusan administrasi, tapi juga mengacak ulang komposisi kelas. Murid dari tiga sekolah tersebut kini dipetakan ulang secara merata, sehingga mereka harus beradaptasi dengan teman dan wali kelas baru.

Operator SDN Serang 4, Dina Suryaningtiyas menyebut, pembagian kelas diacak sejak awal tahun ajaran agar tiap rombongan belajar (rombel) punya jumlah murid yang seimbang.

"Siswa dari SD 4, SD 8, dan SD 16 kita bagi rata ke tiap kelas. Awalnya memang ada yang menolak karena mau tetap sama teman lama, tapi sekarang sudah mulai paham," kata Dina saat ditemui di lokasi, Rabu, 22 Juli 2026.

Saat ini terdapat 18 rombongan belajar yang menampung seluruh siswa hasil penggabungan dari kelas 1 hingga kelas 6. Setiap rombongan belajar berisi sekitar 20 hingga 23 siswa atau masih di bawah batas maksimal 27 siswa per kelas.

"Jumlahnya sekarang ada 18 rombel. Satu kelas ada yang 20, ada yang 23 siswa. Jadi dibagi rata supaya pembelajaran tetap berjalan dengan baik," katanya.

Dina tak menampik pekan pertama merger diwarnai drama. Sejumlah murid kelas bawah hingga kelas tinggi sempat menangis karena terpisah dari teman dekat dari sekolah asal.

"Anak-anak ada yang menangis karena temannya beda kelas. Maunya tetap satu kelas seperti dulu. Tapi setelah pelan-pelan dijelaskan guru, mereka mulai mengerti," ujarnya.

Sikap maklum juga disampaikan para orang tua. Neneng, wali murid kelas V asal SDN Serang 16, menceritakan anaknya sempat mengeluh saat tahu teman-teman lamanya dipisah.

"Awalnya sedih, sempat bilang mau satu kelas lagi seperti dulu. Tapi kita kasih pengertian kalau ini aturan sekolah. Alhamdulillah sekarang sudah mulai terbiasa, apalagi kalau jam istirahat mereka masih bisa main bareng," tutur Neneng.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri menjelaskan, penggabungan tiga sekolah di pusat kota ini terpaksa dilakukan akibat tren penurunan jumlah pendaftar baru. Langkah merger diambil demi efisiensi dan pemerataan fasilitas belajar bagi siswa di kawasan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....