Kemarau Mulai Melanda Lebak, 372 Hektare Sawah Terancam Kering

  • 20 Jul 2026 08:44 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mencatat 372 hektare areal persawahan mengalami kekeringan akibat kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino.
  • Lahan sawah yang kering tersebar di tujuh kecamatan yaitu Kalanganyar, Cipanas, Rangkasbitung, Cibadak, Warunggunung, Muncang, dan Maja.
  • Hingga pertengahan Juli 2026, belum ada laporan tanaman padi warga yang mengalami gagal panen (puso) meskipun kondisi kekeringan sudah terjadi.

RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak mencatat setidaknya 372 hektare areal persawahan di wilayahnya mulai kekeringan akibat kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino. Kendati demikian, hingga pertengahan Juli 2026, belum ada laporan tanaman padi warga yang sampai mengalami gagal panen (puso).

Lahan sawah yang mulai mengering ini tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kalanganyar, Cipanas, Rangkasbitung, Cibadak, Warunggunung, Muncang, dan Maja.

Kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar menyebut, pihaknya bersama para penyuluh lapangan terus memantau kondisi persawahan yang sudah lebih dari satu bulan tidak tersiram hujan.

"Hingga saat ini kami belum menerima laporan adanya tanaman padi yang puso akibat kekeringan. Pemantauan di lapangan terus kami intensifkan," kata Rahmat, Minggu, 19 Juli 2026.

Untuk menyelamatkan tanaman padi yang tersisa, Distan menggenjot penggunaan pompa air di wilayah yang masih memiliki sumber air permukaan, seperti sungai atau saluran irigasi. Air disedot dan dialirkan langsung ke sawah warga yang mulai retak-retak.

Namun, masalah utama muncul pada areal sawah tadah hujan yang sama sekali tidak memiliki sumber air di sekitarnya. Penggunaan pompa air otomatis tak membalat di wilayah-wilayah krisis ini.

Sebagai solusinya, Distan Lebak telah mengajukan usulan pembangunan sumur bor ke Kementerian Pertanian untuk mengejar pasokan air tanah.

"Kami berharap persawahan yang tidak punya sumber air permukaan bisa segera dibangun sumur bor. Ini jadi solusi jangka panjang agar petani tetap bisa mengairi sawahnya saat kemarau," ujar Rahmat.

Sembari menunggu ajuan sumur bor direspons pemerintah pusat, para penyuluh pertanian dikerahkan untuk mendampingi petani, mulai dari mengatur pola tanam hingga memaksimalkan sisa pasokan air yang ada agar produksi padi Lebak tidak terganggu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....