Distan Lebak Petakan Sawah Rawan Kekeringan Kemarau

  • 12 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak melakukan pemetaan areal persawahan yang rawan mengalami kekeringan menyusul prediksi terjadinya kemarau panjang atau fenomena Godzilla El Nino pada tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi untuk menjaga produktivitas pertanian dan meminimalkan dampak kekeringan terhadap sektor pangan di Kabupaten Lebak.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar di Rangkasbitung, Jum'at, 12 Juni 2026, mengatakan pihaknya saat ini fokus memperkuat sistem peringatan dini bagi para petani. Sistem peringatan dini itu dirancang untuk memberikan informasi awal mengenai potensi kekeringan yang dapat terjadi selama musim kemarau.

Dengan informasi yang lebih cepat, petani diharapkan mampu melakukan berbagai langkah pencegahan sebelum dampak kekeringan semakin meluas. "Kami saat ini melakukan penguatan sistem peringatan dini agar petani mendapatkan informasi lebih awal dan dapat mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi kemarau panjang," kata Rahmat Yuniar.

Sistem tersebut menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian. Selain penguatan sistem peringatan dini, Distan juga mendorong petani menggunakan benih unggul yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

Salah satu varietas yang direkomendasikan adalah benih padi Situ Bendit yang dinilai mampu berproduksi optimal pada musim kemarau. Benih tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang disalurkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

"Petani kami dorong menggunakan benih unggul tahan kekeringan seperti varietas Situ Bendit agar produksi tetap optimal meskipun curah hujan rendah," ujarnya.

Upaya lain yang dilakukan adalah mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air melalui jaringan irigasi dan sistem pompanisasi. Program tersebut bertujuan memastikan kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Distan juga melakukan pemetaan terhadap titik-titik areal persawahan yang berpotensi mengalami kekeringan. Hasil pemetaan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan distribusi bantuan bagi petani yang terdampak.

Percepatan rehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah sentra pertanian terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan air. Rahmat mengatakan perbaikan jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas sektor pertanian.

"Kami juga mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi serta memetakan wilayah rawan kekeringan agar penanganannya lebih efektif dan tepat sasaran," katanya.

Dengan sistem peringatan dini yang lebih baik, pemerintah daerah berharap petani mampu mengatasi potensi kekurangan pasokan air. Distan Kabupaten Lebak juga menargetkan penanaman padi seluas 17.000 hektare pada Mei 2026.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga produksi pangan di tengah ancaman kemarau panjang. Berdasarkan hasil pemetaan sementara, terdapat sejumlah wilayah persawahan yang rawan mengalami kekeringan karena belum memiliki jaringan irigasi memadai.

Kondisi tersebut ditemukan di beberapa kecamatan yang selama ini masih mengandalkan pasokan air hujan untuk kebutuhan pertanian. Meski demikian, pemerintah daerah terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan irigasi pompanisasi yang mengambil sumber air dari daerah aliran sungai maupun embung.

"Kami optimistis produksi pertanian tetap terjaga karena berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, termasuk optimalisasi pompanisasi, penggunaan benih unggul, dan penguatan sistem peringatan dini," ucap Rahmat Yuniar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....