Disnakertrans Serang Bekali Disabilitas Melalui Pelatihan Barista Inklusif

  • 18 Jul 2026 22:40 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Serang melaksanakan pelatihan barista untuk meningkatkan kompetensi kerja masyarakat termasuk penyandang disabilitas.
  • Kegiatan pelatihan ini adalah hasil kerja sama antara Pemkab Serang dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang.
  • Disnakertrans Kabupaten Serang menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan komitmen pemerintah dalam pemberdayaan tenaga kerja.

RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus mendorong peningkatan kompetensi kerja bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Salah satunya melalui pelatihan barista yang telah selesai dilaksanakan.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang, Muhammad Furqon menuturkan, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Serang dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang.

Pelatihan dilaksanakan selama empat hari atau 40 jam pelajaran. Sebanyak 16 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Seluruh peserta merupakan anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Serang.

"Peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Serang, seperti Cinangka, Cikande, Tirtayasa, dan kecamatan lainnya," ujar dia saat ditemui di kantornya pada Jumat, 17 Juli 2026.

Furqon mengatakan, pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

"Pelatihan barista untuk penyandang disabilitas sudah dilaksanakan selama empat hari atau 40 jam. Peserta dibekali pembuatan kopi secara dasar hingga latte art. Karena pelatihan ini bersifat Tailor Made Training (TMT), seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat dari BBPVP Serang," ujarnya.

Disnakertrans Kabupaten Serang berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja. Pemerintah daerah juga mendorong dunia usaha dan dunia industri agar memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas.

"Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan dunia kerja yang inklusif. Kesempatan bekerja diharapkan semakin terbuka bagi para peserta," katanya.

Selain bekerja di perusahaan, peserta juga didorong untuk mengembangkan kemampuan melalui usaha mandiri. Keterampilan sebagai barista diharapkan dapat menjadi modal membuka usaha di bidang kuliner dan minuman.

Disnakertrans juga berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Program serupa diharapkan dapat terus berlanjut dengan menjangkau lebih banyak peserta.

"Dengan demikian, peserta memiliki peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Sertifikat dari BBPVP Serang juga menjadi nilai tambah bagi peserta," ucap dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....