Penyandang Disabilitas di Kabupaten Serang Dilatih Menjadi Barista

  • 07 Jul 2026 20:52 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Sebanyak 16 peserta yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Serang mengikuti kegiatan pelatihan barista. Mereka dilatih membuat racikan kopi espresso dan latter art.

Pelatihan digelar di Kantor Disnakertrans Kabupaten Serang, Puspemkab Serang, Kecamatan Ciruas. Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Juli 2026.

Kegiatan Tailor Made Training (TMT) tersebut merupakan hasil kerja sama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja sekaligus membuka peluang usaha bagi penyandang disabilitas.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami mengatakan, pelatihan merupakan usulan dari PPDI Kabupaten Serang yang ingin mengembangkan kemampuan anggotanya di bidang barista. Menurut Diana, pelatihan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kompetensi penyandang disabilitas. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha.

"Mengingat sekarang profesi barista banyak berkembang, khususnya untuk pengembangan kewirausahaan. Kami kemudian menjembatani dan alhamdulillah hari ini bisa dilaksanakan pembukaan pelatihan yang diikuti oleh 16 peserta," ujarnya, Selasa, 7 Juli 2026.

Pelatihan tersebut juga menjadi implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pemerintah daerah berupaya memberikan kesempatan yang sama di bidang ketenagakerjaan tanpa diskriminasi.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi. Keterampilan yang dimiliki juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru di Kabupaten Serang.

Sebagian peserta diketahui telah memiliki usaha maupun pekerjaan sebelum mengikuti pelatihan. Ada pula peserta yang ingin mengembangkan usaha kantin dengan menambah produk kopi.

Materi espresso dan latte art dinilai dapat meningkatkan nilai jual produk yang dihasilkan. Pelatihan juga memberikan pengalaman praktik langsung sebagai bekal menjalankan usaha.

Program pelatihan keterampilan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Serang meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Disnakertrans menjalankan program sesuai arahan Bupati Serang agar semakin banyak masyarakat memiliki kompetensi kerja.

Selain penyandang disabilitas, pelatihan serupa juga terbuka bagi masyarakat melalui berbagai program yang tersedia. Disnakertrans mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan pelatihan yang diselenggarakan pemerintah.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang, Muhammad Furqon memastikan, peserta akan mendapat pendampingan setelah pelatihan selesai. Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan keterampilan maupun usaha peserta.

Pendampingan tersebut diharapkan membantu peserta menerapkan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya meningkatkan kemampuan, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru dari kalangan penyandang disabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....