Kasemen Perluas Pembangunan MCK untuk Hapus Praktik BABS
- 09 Jul 2026 06:55 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kecamatan Kasemen mulai memusatkan program penanganan buang air besar sembarangan (BABS) di Kelurahan Masjid Priyayi. Langkah tersebut dilakukan setelah pembangunan 207 unit mandi cuci kakus (MCK) di Kelurahan Warung Jaud sebagai bagian dari pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Camat Kasemen, Sugiri, mengatakan praktik BABS di wilayahnya masih ditemukan meski jumlahnya terus berkurang. Kebiasaan memanfaatkan sungai, kebun, hingga sawah sebagai tempat buang air besar masih menjadi tantangan dalam mewujudkan lingkungan yang sehat.
"Kami menargetkan tahun ini tidak ada lagi masyarakat Kasemen yang buang air besar di sembarang tempat, seperti di kali, kebun, ataupun sawah. Memang saat ini masih ada, tetapi jumlahnya sudah jauh berkurang," kata Sugiri, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia menjelaskan, Kelurahan Warung Jaud dan Kelurahan Masjid Priyayi menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan sanitasi. Pemerintah Kecamatan Kasemen bekerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak.
Di Kelurahan Warung Jaud telah dibangun 207 unit MCK, terdiri atas 152 unit yang telah tersedia sebelumnya dan tambahan 55 unit. Setelah pembangunan di wilayah tersebut berjalan, program kini diarahkan ke Kelurahan Masjid Priyayi.
"Di Warung Jaud sudah terbangun 207 MCK. Sekarang fokus pembangunan mulai bergeser ke Kelurahan Masjid Priyayi," ujarnya.
Sugiri menilai penyediaan fasilitas sanitasi belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan BABS. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama agar fasilitas yang telah dibangun dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terus dilakukan kepada masyarakat. Edukasi diberikan agar kesadaran menjaga kebersihan dimulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan sekitar.
"Yang terpenting adalah membangun kesadaran masyarakat. Kalau perilaku hidup bersih sudah menjadi kebiasaan, lingkungan juga akan terbebas dari persoalan sanitasi," katanya.
Selain memperluas edukasi, Pemerintah Kecamatan Kasemen juga meminta seluruh lurah melakukan pengawasan di wilayah masing-masing untuk memastikan warga tidak kembali melakukan BABS. Kecamatan Kasemen menargetkan capaian bebas BABS di atas 80 persen pada tahun ini sebagai langkah menuju seluruh kelurahan berstatus Open Defecation Free (ODF).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....