Sebaran SMP Negeri Belum Merata, Pemkot Serang Siapkan Empat Sekolah Baru

  • 12 Jul 2026 10:18 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Sebaran sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kota Serang masih belum merata. Kondisi itu terlihat dari masih terbatasnya jumlah sekolah di Kecamatan Taktakan, Kasemen, dan Curug, sehingga ketiga wilayah tersebut menjadi prioritas pengembangan sekolah negeri mulai 2027.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, penambahan sekolah dilakukan berdasarkan kebutuhan setiap kecamatan. Saat ini, Kecamatan Serang dinilai telah memiliki jumlah SMP negeri yang memadai, sedangkan wilayah lain masih memerlukan tambahan fasilitas pendidikan.

"Di Kecamatan Serang sudah ada SMP 1, SMP 2, SMP 3, SMP 4, dan SMP 15, sehingga kebutuhannya sudah relatif terpenuhi. Yang masih membutuhkan tambahan sekolah adalah Kasemen, khususnya Pamarican, kemudian Taktakan dan Curug," kata Ahmad Nuri, Sabtu, 11 Juli 2026.

Sebagai langkah awal, Pemkot Serang akan membangun SMP negeri baru di Kecamatan Taktakan. Lahan yang sebelumnya disiapkan untuk kawasan Alun-Alun Taktakan akan dimanfaatkan sebagai lokasi sekolah. Apabila pembangunan terealisasi, sekolah tersebut diproyeksikan menjadi SMP Negeri 31 sesuai urutan penomoran sekolah negeri di Kota Serang.

Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah juga akan mengaktifkan kembali gedung bekas SMP Negeri 2 di kawasan Ciracas. Bangunan tersebut tengah direhabilitasi dan akan difungsikan sebagai SMP Negeri 28 Kota Serang.

"SMP 28 nanti menjadi sekolah unggulan. Seleksinya akan melihat kemampuan tahfiz, bahasa Inggris, numerasi, dan bakat siswa," ujarnya.

Ahmad Nuri menjelaskan, konsep sekolah unggulan dipilih agar SMP Negeri 28 menjadi sekolah yang mengembangkan kemampuan akademik dan nonakademik peserta didik. Lokasinya yang berada di kawasan Ciracas juga dinilai mendukung pembinaan dan pengawasan karena berdekatan dengan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang.

Pengembangan sekolah juga dilakukan dengan meningkatkan status sekolah satu atap di Sayar dan Curug menjadi SMP negeri. Sekolah satu atap di Curug direncanakan menjadi SMP Negeri 29, sedangkan sekolah di Sayar juga akan masuk dalam program pengembangan layanan pendidikan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sekolah negeri.

Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan SMP di Taktakan. Dokumen tersebut menjadi dasar penyusunan anggaran sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Ahmad Nuri memperkirakan pembangunan SMP baru di Taktakan membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar. Sementara rehabilitasi gedung yang akan difungsikan sebagai SMP Negeri 28 diperkirakan memerlukan sekitar Rp3 miliar, sehingga total kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp8 miliar yang akan diusulkan secara bertahap mulai 2027.

Secara keseluruhan, rencana pengembangan tersebut meliputi pembangunan satu SMP negeri baru di Taktakan, pengoperasian SMP Negeri 28 di Ciracas, serta peningkatan status sekolah satu atap di Sayar dan Curug menjadi SMP negeri. Penambahan unit sekolah itu diharapkan dapat mengurangi ketimpangan sebaran SMP negeri sekaligus memperluas daya tampung peserta didik di wilayah yang selama ini masih kekurangan fasilitas pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....