Bukan Sekadar Seduh, Menjadi Barista Andalan Ternyata Berat

  • 20 Jun 2026 10:09 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon - Banyak orang mengira pekerjaan barista atau peracik kopi adalah urusan sepele yang bisa dipelajari dalam semalam. Padahal, meracik secangkir kopi yang nikmat nyata-nyata butuh keahlian khusus, ketelitian tangan, dan jam terbang yang tidak sebentar.

Hal ini diakui oleh Karina, salah satu peserta pelatihan barista di Kota Cilegon. Perempuan yang sudah tiga tahun belakangan mengulik soal dunia kopi ini sengaja ikut pelatihan demi mengejar mimpinya membangun bisnis sendiri.

“Karena pengen ke depannya membuat kedai kopi, makanya melalui pelatihan barista ini saya ingin terus belajar mengolah kopi,” kata Karina kepada wartawan, belum lama ini.

Sebagai pencinta kopi, Karina baru sadar kalau urusan seduh-menyeduh ini butuh keterampilan ekstra dan kesabaran tingkat tinggi setelah terjun langsung di kelas pelatihan. Menurutnya, sebelum menyentuh mesin kopi, seorang barista wajib paham asal-usul bahan utamanya.

“Karakter rasa biji kopi Sumatra yang pekat dan beraroma rempah, misalnya, punya perbedaan yang sangat jauh dengan biji kopi asal Jawa atau Sulawesi yang cenderung lebih lembut dan manis,” ucap dia.

Bukan cuma modal teori dan lidah yang peka, tantangan fisik seorang barista di lapangan juga cukup berat. Mereka harus siap berdiri berjam-jam di balik meja bar, mengangkat karung biji kopi yang berat, menghadapi suhu panas mesin, hingga dituntut tetap fokus melayani pelanggan saat kedai sedang penuh sesak.

Saat ini profesi barista tidak bisa lagi dipandang sebelah mata atau sekadar dianggap kerjaan sampingan. Untuk menjadi peracik kopi yang andal dan diakui, seseorang bahkan perlu mengikuti pelatihan berbulan-bulan, berburu sertifikasi resmi, hingga rajin ikut lomba keahlian demi meningkatkan standar rasa kopi yang mereka sajikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....