Status Anak Krakatau Naik Jadi Level Tiga

  • 04 Jul 2026 09:34 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Badan Geologi pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau di Selat Sunda dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Pemberlakukan ini menyusul terjadinya lonjakan aktivitas kegempaan yang signifikan serta peningkatan gejala magmatisme permukaan.

Pihak otoritas memperketat pengawasan karena aktivitas pelepasan energi pada kubah lava masih terus berlangsung di area kawah. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau Pasauran, Anggi menjelaskan eskalasi visual terakhir merekam adanya letusan dengan tinggi kolom abu pekat mencapai 200 meter.

Karakteristik letusan permukaan tersebut disebutnya memicu dekompresi skala terbatas pada sumbat lava gunung. Meski demikian, aktivitas harian masih fluktuatif, data instrumen makro belum mengindikasikan adanya akumulasi tekanan suplai magma dalam volume besar.

"Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi saat ini lebih mengindikasikan pelepasan energi pada bagian permukaan kubah lava sehingga memicu dekompresi pada skala terbatas. Jadi hingga saat ini data kegempaan pun maupun deformasi belum menunjukkan adanya indikasi yang mengarah pada peningkatan tekanan magma yang berpotensi memicu erupsi yang lebih besar," urai Anggi, Jumat 3 Juli 2026.

Menurut anggi langkah menaikkan status fungsional ini diposisikan sebagai instrumen mitigasi taktis demi membangun kewaspadaan dini bagi masyarakat pesisir. Akses operasional untuk pelayaran nelayan tradisional kini dipersempit guna menjauhi titik koordinat rawan bahaya sekunder.

Rekaman seismogram pada pos pemantauan mendeteksi adanya kompilasi ratusan gempa hembusan serta frekuensi rendah selama periode dua pekan terakhir. Dinamika deformasi pada stasiun pengamatan Tanjung juga disebut Anggi mulai menunjukkan tren inflasi atau penggembungan tubuh gunung dalam skala minor.

Ia pun meminta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten dan Lampung menyelaraskan draf kontingensi kedaruratan. Kesigapan jalur evakuasi di kawasan pariwisata pantai dikatakannya perlu diuji kembali demi mengantisipasi skenario pemburukan kondisi vulkanik.

"Peningkatan status saat ini adalah sebagai langkah antisipasi kita untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terutama untuk wisatawan dan nelayan agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau sesuai rekomendasi yang telah PVMBG tetapkan, karena untuk saat ini kan aktivitasnya kan masih kadang terjadi," katanya.

Adapun untuk masyarakat yang berdomisili di sepanjang garis pantai Selat Sunda diarahkan untuk tetap tenang mengelola aktivitas ekonomi harian. Validasi informasi sektoral wajib merujuk pada dokumen berkala yang diterbitkan secara resmi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....