Badan Geologi Naikkan Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Siaga

  • 03 Jul 2026 09:21 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai Kamis, 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang berpuncak pada terjadinya erupsi siang hari.

Erupsi terjadi pada pukul 14.05 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat laut. Peristiwa itu terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi sekitar 20 detik.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria menyatakan, peningkatan status dilakukan berdasarkan hasil analisis menyeluruh terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, maka tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB," ujar Lana Saria dalam laporan resmi Badan Geologi yang diterima RRI, Kamis, 2 Juli 2026.

Sebelum status dinaikkan, Badan Geologi mencatat peningkatan aktivitas vulkanik sejak awal Juni 2026. Selama periode 16 Juni hingga 2 Juli 2026, tercatat ratusan gempa hembusan, gempa low frequency, gempa hybrid, serta tremor menerus yang menunjukkan meningkatnya dinamika magma di dekat permukaan. Selain itu, citra satelit juga mendeteksi emisi gas sulfur dioksida (SO₂), anomali panas, dan kemunculan titik api di kawah.

Seiring kenaikan status tersebut, masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga di pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang, tidak mudah mempercayai isu mengenai potensi tsunami akibat erupsi, serta terus mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan BPBD setempat. Badan Geologi menegaskan, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan aktivitas vulkaniknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....