Badan Geologi Tingkatkan Kewaspadaan Aktivitas Gunung Anak Krakatau

  • 27 Jun 2026 22:19 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya gejala peningkatan aktivitas magmatik di Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 27 Juni 2026. Meski demikian, status aktivitas gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut masih berada pada Level II (Waspada).

Dalam laporan khusus Badan Geologidisebutkan, sejak awal Juni 2026 citra Satelit Sentinel mendeteksi emisi gas sulfur dioksida (SO₂), anomali panas, serta munculnya titik api di kawah. Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam rilis tersebut menyatakan, kondisi tersebut diikuti peningkatan asap kawah dengan intensitas cukup tinggi dan kenaikan signifikan jumlah gempa dangkal, seperti gempa hembusan, hybrid/fase banyak, serta low frequency.

"Peningkatan aktivitas kegempaan semakin terlihat pada 18 hingga 19 Juni 2026, dengan rata-rata lebih dari 50 kejadian gempa dangkal per hari. Selanjutnya, sejak 26 Juni 2026 intensitas gempa hembusan kembali meningkat disertai asap kawah berwarna kelabu yang mengandung abu vulkanik tipis dan bergerak ke arah barat hingga barat laut," katanya dalam rilis yang diterima RRI, Sabtu, 27 Juni 2026.

Lana juga menjelaskan, gejala tersebut mengindikasikan adanya dinamika magma di bagian permukaan dan berpotensi menjadi awal peningkatan aktivitas menuju erupsi. Apabila terjadi erupsi, ancaman bahaya yang dapat muncul meliputi awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

"Meski menunjukkan peningkatan aktivitas di permukaan, hingga saat ini belum terdapat perubahan tingkat aktivitas. Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level II (Waspada)", ujarnya.

Badan Geologi mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki agar tidak memasuki kawasan dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang, tidak mudah mempercayai isu mengenai potensi tsunami akibat erupsi, serta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, BPBD, dan instansi berwenang mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....