Ekosistem Kawasan Hutan Gunung Karang Perlu Perhatian Khusus

  • 22 Jun 2026 11:40 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Kawasan hutan di Gunung Karang menjadi salah satu wilayah yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Pandeglang. Kondisi tanah yang semakin tipis menjadi tantangan besar bagi proses penghijauan dan pemulihan ekosistem.

Kepala Urusan Teknik Kehutanan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), Yayat Hendrawiyatna mengatakan, sejumlah area di Gunung Karang memiliki lapisan tanah atau solum yang sangat tipis sehingga akar tanaman sulit berkembang dengan baik.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan banyak tanaman gagal tumbuh, terutama saat musim kemarau. Rumput liar yang tumbuh pada musim penghujan akan mengering ketika cadangan air di dalam tanah tidak lagi tersedia.

“Yang memerlukan perhatian khusus itu terutama di daerah Gunung Karang. Di situ ada solum atau ketebalan tanah yang sudah tipis dan di bawahnya berbatu. Apapun yang kita tanam di situ sering gagal tumbuh sehingga perlu solusi khusus untuk penghijauan kembali,” ujarnya.

Sebagai salah satu solusi, Yayat mengusulkan penanaman pohon beringin yang memiliki sistem perakaran kuat dan mampu tumbuh di sela-sela batu. Pohon tersebut dinilai mampu meningkatkan daya serap air serta mengurangi risiko erosi dan longsor.

Namun, ia mengakui upaya tersebut menghadapi tantangan karena pohon beringin tidak memiliki nilai ekonomi langsung bagi masyarakat. Akibatnya, minat warga untuk menanam dan merawatnya masih relatif rendah.

Karena itu, diperlukan edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat memahami bahwa keberadaan vegetasi pelindung memiliki manfaat jangka panjang, terutama dalam menjaga ketersediaan air dan stabilitas lingkungan di kawasan pegunungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....