Setelah 30 Tahun, Normalisasi Muara Karangantu Akhirnya Dimulai

  • 24 Jun 2026 21:41 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Setelah hampir 30 tahun telantar tanpa penanganan menyeluruh, kawasan Muara Karangantu dan Sungai Cibanten di Kota Serang akhirnya mulai dinormalisasi. Proyek pengerukan skala besar ini ditargetkan untuk memperlancar jalur kapal nelayan sekaligus memperluas daya tampung air demi mencegah banjir musiman.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi menegaskan, proyek kali ini sangat berbeda dengan pengerukan skala kecil yang biasa dilakukan. Menurutnya, wilayah pesisir ini sudah puluhan tahun mandek tanpa perbaikan total.

"Kurang lebih 30 tahun tidak pernah dinormalisasi secara menyeluruh. Kalau sebelumnya hanya pemeliharaan biasa, sekarang dilakukan penanganan yang lebih komprehensif," ujar Budi, Rabu, 24 Juni 2026.

Selain masalah lumpur yang tebal, Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan kendala terbesar di lokasi adalah menumpuknya rongsokan kapal. Sedikitnya ada 80 bangkai kapal nelayan yang karam dan dibiarkan begitu saja hingga menyumbat alur pelayaran.

"Kita melihat sendiri ada kurang lebih 80 bangkai kapal yang sudah bertahun-tahun tidak tertangani dan menghambat alur pelayaran para nelayan," kata Andra.

Penanganan darurat ini akan difokuskan sepanjang 1 hingga 1,5 kilometer di area muara. Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana menambahkan, proyek tahun ini tidak hanya sebatas menyedot lumpur. Mereka juga akan melebarkan badan sungai, memperkuat tebing penahan longsor, hingga membangun ruang terbuka hijau (RTH) di sepanjang bantaran Sungai Cibanten.

Meski optimistis kelar tepat waktu, Dedi mengakui proses evakuasi 80 bangkai kapal tersebut cukup menantang karena pihaknya harus berkoordinasi ekstra dengan Pemkot Serang dan melacak para pemilik kapal.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Banten mengklaim sudah mengajukan dana lanjutan ke pemerintah pusat untuk menyulap kawasan pesisir Karangantu menjadi ruang publik yang lebih tertata. Di sisi lain, Gubernur Andra Soni mewanti-wanti warga agar setop membuang sampah ke sungai supaya muara yang sudah dikeruk tidak kembali dangkal dan memicu banjir di permukiman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....