Hadirkan Teknologi Terintegrasi, Banten Juara Dua Temu Karya Pekan Nasional

  • 23 Jun 2026 14:02 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Banten meraih Juara 2 dalam ajang Temu Karya Pekan Nasional (Penas) KTNA 2026 yang digelar di Gor David Toni, Limboto, Gorontalo, 21-23 Juni 2026. Tim Banten yang diperkuat oleh Cahyadi, bersama M. Awaludin, Suherman, dan Yati Yuliati, dan didampingi oleh Um Setia Jaya, Nurul Ulum juga Ketua Umum KTNA Banten, Oong Syahroni tampil memukau dengan mengusung inovasi bertajuk "Transformasi Industri Kelapa dari Hulu ke Hilir Berbasis Teknologi Terkini."

Ketua Kontingen, Heru Saoping menjelaskan inovasi yang dibawanya merupakan sebuah rintisan ekosistem bisnis terukur dan terstandar yang dirancang khusus untuk menjawab tiga masalah utama pertanian modern saat ini seperti mitigasi risiko, standardisasi, dan skalabilitas. "Kami menghadirkan solusi teknologi berkelas yang terintegrasi, mulai dari penggunaan bibit bebas patogen, manajemen lahan untuk jutaan bibit dalam ruang yang ringkas dan terstandar, hingga sistem irigasi dan nutrisi presisi berbasis nano-mikro," ujar Heru, Selasa 23 Juni 2026.

Tak hanya berhenti di hulu, kata Heru inovasi ini juga merambah ke aspek hilirisasi bersertifikat yang menjamin mutu produk hingga ke tangan konsumen. Keunggulan lain adalah sistem prediksi panen dengan akurasi tinggi, menjawab tantangan fluktuasi produksi yang kerap dihadapi petani.

"Saat ini kami sedang membangun pilot project ekosistem ini di Banten. Harapan kami, model ini dapat segera direplikasi ke provinsi-provinsi lain di Indonesia, demi mewujudkan ketahanan pangan dan industri kelapa nasional yang berkelas global," ujarnya.

Heru menjelaskan, inovasi yang digawangi Tim KTNA Banten ini juga telah tervalidasi memberikan dampak positif terhadap tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pendekatan ekonomi sirkular yang diterapkan selaras dengan pencapaian SDGs poin 1, 2, 3, 4, 5, 8, 12, dan 15. "Ini adalah wujud nyata usaha go green yang teruji, terukur, dan siap menuju skala global," ucapnya.

Namun, di atas semua kecanggihan teknologi, Heru menekankan aspek paling vital adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, pihaknya merancang program pengembangan SDM terstruktur bertajuk "Geentech Academy" dan "Innovation School (Inos)".

"Kami juga menggagas gerakan Youth Dawn Warrior atau Pejuang Subuh. Ini adalah upaya memuluskan lahirnya Generasi Emas yang tidak hanya sehat dan cerdas, tetapi juga berkelanjutan membangun ketahanan pilar keluhuran yang alami dan ilmiah," katanya.

Lebih jauh, Heru menegaskan komitmennya untuk bergerak secara kolaboratif dengan membangun interlinkage kemitraan bersama petani, kelompok tani, KDKMP Koperasi, yayasan, dan BUMDes sebagai mitra akselerasi. "Kita tidak bisa berjalan sendiri. Ini ekosistem yang harus dibangun bersama," ujarnya.

Dengan prestasi ini, Banten kembali membuktikan diri sebagai salah satu barometer inovasi pertanian di Indonesia, siap menyongsong era baru industri kelapa nasional yang mandiri, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....