Jumlah Penduduk Lebak Bertambah Hampir Empat Belas Ribu Jiwa
- 07 Agt 2026 09:26 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak merilis data kependudukan Semester I Tahun 2026 per 30 Juni 2026. Berdasarkan hasil konsolidasi data administrasi kependudukan, jumlah penduduk Kabupaten Lebak kini mencapai 1.580.523 jiwa. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk sebanyak 13.988 jiwa dibandingkan dengan Semester II Tahun 2025.
Kenaikan ini menjadi salah satu indikator dinamika pertumbuhan penduduk di Kabupaten Lebak.bKepala Disdukcapil Kabupaten Lebak, Ahmad Nur, mengatakan bahwa data kependudukan memiliki peran strategis dalam mendukung penyusunan berbagai kebijakan pembangunan daerah.
"Data kependudukan yang kami rilis merupakan hasil konsolidasi administrasi kependudukan yang menjadi acuan bagi berbagai sektor dalam menyusun kebijakan pembangunan di Kabupaten Lebak," ujar Ahmad Nur di Lebak, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, keakuratan data administrasi kependudukan sangat penting karena menjadi dasar perencanaan program pemerintah, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan agar seluruh data masyarakat selalu mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan data tersebut, dari total 1.580.523 jiwa penduduk Kabupaten Lebak, sebanyak 812.194 jiwa atau 51,4 persen merupakan laki-laki. Jumlah penduduk perempuan tercatat sebanyak 768.329 jiwa atau 48,6 persen. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa penduduk laki-laki masih mendominasi dibandingkan perempuan. Selain jumlah penduduk,
Disdukcapil juga mencatat jumlah kepala keluarga di Kabupaten Lebak mencapai 514.029 KK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 416.130 kepala keluarga atau sekitar 80,9 persen dipimpin oleh laki-laki.
Sedangkan kepala keluarga perempuan berjumlah 97.899 KK atau sekitar 19,1 persen dari total kepala keluarga yang tercatat. "Data kepala keluarga ini memberikan gambaran mengenai struktur rumah tangga di Kabupaten Lebak sehingga dapat menjadi referensi dalam penyusunan program sosial maupun pelayanan administrasi kependudukan," kata Ahmad Nur.
Berdasarkan kelompok usia, penduduk Kabupaten Lebak masih didominasi oleh usia produktif. Sebanyak 1.075.528 jiwa atau sekitar 68 persen berada pada rentang usia 15 hingga 64 tahun. Sementara kelompok usia muda 0 hingga 14 tahun mencapai 400.491 jiwa atau sekitar 25,3 persen dari total penduduk.
Adapun kelompok usia lanjut atau 65 tahun ke atas tercatat sebanyak 104.504 jiwa atau sekitar 6,6 persen. Komposisi usia tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Kabupaten Lebak dalam mendorong pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan produktivitas masyarakat.
Dalam bidang pelayanan administrasi kependudukan, Disdukcapil mencatat jumlah warga yang telah melakukan perekaman KTP elektronik mencapai 1.109.476 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 568.107 orang merupakan laki-laki dan 541.369 orang merupakan perempuan.
Ahmad Nur menambahkan, pihaknya terus mendorong masyarakat yang telah memenuhi syarat agar segera melakukan perekaman KTP elektronik. "Kami terus mengoptimalkan pelayanan perekaman KTP elektronik agar seluruh warga wajib KTP dapat terlayani dengan baik sehingga data kependudukan semakin lengkap dan akurat," ucapnya.
Berdasarkan data agama dalam administrasi kependudukan, mayoritas penduduk Kabupaten Lebak memeluk agama Islam dengan persentase mencapai 98,99 persen. Pemeluk agama Kristen tercatat 0,174 persen, Katolik 0,075 persen, Buddha 0,097 persen, Hindu 0,001 persen, Konghucu 0,001 persen, serta penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebanyak 0,663 persen.
Ahmad Nur menambahkan bahwa keberagaman data kependudukan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh pelayanan yang setara tanpa membedakan latar belakang. "Seluruh data kependudukan ini menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga pembangunan infrastruktur agar program pemerintah tepat sasaran," ujar Ahmad Nur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....