Sungai Cibanten Darurat Styrofoam, Relawan Desak Pemkot Serang Bikin Aturan
- 19 Jun 2026 16:17 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Aliran Sungai Cibanten kini dalam kondisi darurat setelah dikepung tumpukan sampah yang diperkirakan mencapai 20 hingga 25 ton. Komunitas Peduli Sungai pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk segera menerbitkan aturan guna membatasi penggunaan styrofoam dan plastik sekali pakai.
Ketua Komunitas Peduli Sungai, Lulu Jamaludin mengungkapkan, hampir 99 persen sampah di sungai tersebut berasal dari limbah rumah tangga. Mirisnya, wadah jajanan harian justru jadi penyumbang terbesar pencemaran lingkungan ini.
"Yang paling banyak itu styrofoam dan plastik bekas makanan. Bekas seblak, bakso, cilok dan lainnya. Dari tahun kemarin sampai sekarang yang paling banyak tetap styrofoam dan plastik," kata Lulu, Jumat, 19 Juni 2026.
Penumpukan sampah paling parah saat ini terlihat di kawasan antara Ki Demang hingga sekitar Perumahan Harmony di Kasemen. Di lokasi tersebut, sampah yang terbawa arus tersangkut pada rumpun bambu dan kayu hingga membentuk hamparan limbah yang sangat panjang.
Menurut Lulu, aksi bersih-bersih sungai tidak akan pernah cukup jika tidak dihentikan dari sumbernya. Maka dari itu, dia meminta Pemkot tidak hanya menegur warga, tapi juga mulai mengatur para pelaku usaha yang menjual wadah makanan sekali pakai tersebut.
"Kalau pelarangan mungkin belum siap, tetapi pembatasan harus mulai dilakukan. Karena sampah styrofoam ini sudah darurat," ucapnya.
Menanggapi desakan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi menyatakan, pihaknya kini sedang menyusun strategi penanganan jangka panjang. Masukan dari komunitas lingkungan disebut akan jadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan ini.
"Nanti akan ada roadmap yang kami siapkan sebagai tindak lanjut penanganan sampah," ujar Farach singkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....