Tim Gabungan Evakuasi 9 Ton Sampah dari Sungai Cibanten

  • 05 Jun 2026 16:24 WIB
  •  Banten

RRI.CO,.ID, Serang - Tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sungai Cibanten di belakang Komplek Kidemang, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, berhasil dibersihkan tim gabungan, Jumat, 5 Mei 2026. Dari kegiatan tersebut, petugas mengangkut sekitar sembilan ton sampah yang selama ini menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan banjir.

Pembersihan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Kecamatan Serang, serta Kelurahan Unyur.

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi mengatakan, tumpukan sampah yang berada di lokasi tersebut telah menumpuk dalam waktu cukup lama hingga membentuk endapan padat di aliran sungai.

"Sampah yang berhasil diangkut sekitar sembilan ton menggunakan tiga unit truk dan langsung dibawa ke TPSA Cilowong," kata Farach, Jumat, 05 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kondisi tumpukan sampah sudah sangat padat bahkan menyerupai daratan. Sampah yang mengeras tersebut membuat proses pembersihan memerlukan penanganan khusus.

"Tumpukan sampah ini sudah cukup lama. Kondisinya sangat padat, bahkan bisa diinjak oleh beberapa orang karena sudah mengeras," ujarnya.

Untuk memudahkan proses evakuasi, petugas terlebih dahulu menghanyutkan tumpukan sampah hingga ke area Jembatan Kidemang. Setelah itu, sampah diangkat secara manual oleh petugas dan dimasukkan ke dalam truk pengangkut.

Dari hasil pembersihan, sampah yang ditemukan didominasi limbah rumah tangga. Selain itu terdapat bambu, batang pohon, ranting, serta berbagai kemasan makanan berbahan styrofoam yang terbawa dan tersangkut di aliran sungai.

Menurut Farach, penumpukan sampah tersebut menyebabkan aliran Sungai Cibanten tidak berfungsi secara optimal. Air yang seharusnya mengalir bebas menjadi tertahan akibat material sampah yang menumpuk di badan sungai.

Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat memicu genangan hingga banjir saat curah hujan meningkat. "Aliran air menjadi tersendat karena tertutup sampah. Jika hujan deras turun, potensi genangan dan banjir akan semakin besar," katanya.

Farach mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air. Selain mencemari lingkungan, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan dampak yang dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Ia juga mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai agar jumlah sampah yang berpotensi mencemari lingkungan dapat ditekan.

"Kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....