Tumpukan Sampah Tutupi Aliran Sungai Cibanten

  • 04 Jun 2026 09:40 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Aliran Sungai Cibanten di wilayah Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, dipenuhi sampah. Hal ini memunculkan kekhawatiran terhadap potensi banjir dan kerusakan lingkungan. Kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari sepekan tanpa penanganan menyeluruh.

Pantauan di lokasi pada Kamis, 4 Juni 2026 menunjukkan sampah memenuhi hampir seluruh permukaan sungai. Limbah styrofoam mendominasi tumpukan sampah yang bercampur dengan plastik, bambu, ranting pohon, serta material kayu lainnya.

Akumulasi sampah diduga terjadi setelah sebuah pohon tumbang melintang di aliran sungai. Pohon tersebut menahan sampah kiriman dari hulu sehingga terus menumpuk dan membentuk penyumbatan yang semakin besar dari hari ke hari.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, Lulu Jamaludin mengatakan, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena berpotensi mengganggu fungsi sungai sebagai saluran air. Saat debit air meningkat, tumpukan sampah dapat memperbesar risiko luapan ke kawasan permukiman di sekitar bantaran sungai.

"Kalau dibiarkan, sampah akan terus bertambah. Ketika hujan deras dan debit air meningkat, aliran sungai bisa meluap ke permukiman warga. Ini yang harus diantisipasi sejak sekarang," ujar Lulu, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, dampak penyumbatan sudah mulai terlihat dari berkurangnya aliran air di bagian hilir sungai. Jika tidak segera dibersihkan, kondisi itu dapat memicu persoalan lingkungan yang lebih luas, terutama saat curah hujan tinggi.

Komunitas Peduli Sungai Banten berencana menggelar aksi pembersihan dalam waktu dekat. Namun, volume sampah yang cukup besar membuat proses pembersihan membutuhkan dukungan berbagai pihak.

"Kami berupaya melakukan pembersihan bersama relawan. Namun, melihat kondisi di lapangan, kami berharap ada bantuan dari pemerintah daerah, baik personel maupun peralatan, agar penanganannya lebih cepat," katanya.

Selain persoalan banjir, keberadaan sampah dalam jumlah besar juga memperburuk kualitas lingkungan sungai. Limbah styrofoam yang mendominasi tumpukan sampah menjadi perhatian karena sulit terurai dan berpotensi mencemari perairan dalam jangka panjang.

Lulu menilai, masalah sampah di Sungai Cibanten tidak akan selesai hanya dengan kegiatan pembersihan. Perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Kami minta masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. Sungai bukan tempat pembuangan akhir. Kalau terus dilakukan, dampaknya akan kembali ke masyarakat sendiri dalam bentuk banjir dan pencemaran lingkungan," ujarnya.

Komunitas Peduli Sungai Banten juga menemukan kondisi ekosistem sungai yang mulai berubah. Sejumlah ikan sapu-sapu berukuran besar terlihat hidup di antara tumpukan sampah dan perairan yang tercemar.

Menurut Lulu, kondisi tersebut menunjukkan kualitas lingkungan sungai yang semakin menurun akibat tingginya pencemaran. Komunitas Peduli Sungai Banten berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan dan pembersihan agar fungsi Sungai Cibanten dapat kembali normal serta terhindar dari dampak yang lebih besar pada musim hujan mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....