Cegah Risiko Stunting, Pemkab Lebak Gandeng Baznas
- 18 Jun 2026 06:46 WIB
- Banten
RRI.CO.ID , Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, terus memperkuat upaya pencegahan keluarga risiko stunting (KRS) melalui kolaborasi lintas sektor dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program tersebut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak guna menekan angka keluarga yang berpotensi melahirkan anak stunting.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, mengatakan kolaborasi tersebut telah berjalan secara maksimal. Menurut Tuti, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan penanganan dan pencegahan stunting di daerah tersebut.
"Kami melibatkan OPD dan Baznas dalam Program Genting agar penanganan keluarga risiko stunting dapat dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran," kata Tuti Nurasiah di Rangkasbitung, Rabu, 17 Juni 2026. Selama tiga tahun terakhir jumlah keluarga risiko stunting di Kabupaten Lebak mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Data pemerintah daerah menunjukkan jumlah KRS yang sebelumnya mencapai sekitar 162 ribu keluarga kini berkurang menjadi 43.088 keluarga. Penurunan tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program intervensi yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil positif.
Tuti mengaku optimistis angka keluarga risiko stunting dapat terus ditekan untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. "Kita berkomitmen mengatasi stunting agar dapat melahirkan generasi unggul yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," ujarnya.
| Baca juga: Banten Hari Ini Cerah Berawan hingga Berawan |
Penanganan keluarga risiko stunting dilakukan berdasarkan kondisi dan permasalahan yang ditemukan di lapangan. Apabila sebuah keluarga masuk kategori risiko stunting akibat kondisi rumah yang tidak layak huni, maka kasus tersebut akan dilaporkan kepada dinas terkait.
Pemerintah daerah kemudian mengupayakan bantuan rumah layak huni melalui program yang dimiliki Dinas Permukiman. Jika penyebab risiko stunting berkaitan dengan sanitasi yang buruk atau keterbatasan akses air bersih, maka penanganannya akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Pembangunan fasilitas sanitasi dan penyediaan sumber air bersih dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah stunting sejak dini. Di sektor kesehatan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap keluarga yang mengalami kekurangan asupan gizi.
Melalui Dinas Kesehatan, bantuan makanan bergizi disalurkan kepada keluarga sasaran guna meningkatkan kondisi kesehatan ibu dan anak. Selain faktor kesehatan, kemiskinan juga menjadi salah satu penyebab munculnya keluarga risiko stunting.
Karena itu, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga yang membutuhkan. "Kami melapor ke OPD yang terkait karena masing-masing memiliki program penanganan dan pencegahan keluarga risiko stunting sesuai kewenangannya," kata Tuti.
Ia menambahkan, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan stunting melalui donasi yang dihimpun Baznas Kabupaten Lebak. Dana yang terkumpul kemudian dikelola dan disalurkan kepada relawan Dapur Atasi Stunting (Dahsyat) yang tersebar di berbagai desa.
Relawan Dahsyat bertugas menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi maupun keluarga yang masuk kategori risiko stunting. Program pemberian makanan bergizi tersebut dilakukan secara berkala, mulai dari 14 hari hingga 56 hari sesuai kebutuhan penerima manfaat.
"Melalui Dapur Dahsyat, kami memastikan anak-anak yang mengalami kekurangan gizi mendapatkan asupan makanan yang cukup untuk memperbaiki status gizinya," ujar Tuti.
Ia menegaskan Program Genting tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, melainkan dijalankan dengan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat. Kepala dinas, pimpinan lembaga, aparat penegak hukum hingga masyarakat umum dapat berperan sebagai orang tua asuh bagi keluarga risiko stunting.
"Program Genting bisa menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin menjadi bapak angkat atau orang tua asuh untuk membantu keluarga risiko stunting," katanya.
Sejumlah keluarga penerima manfaat mengaku merasakan dampak positif dari bantuan makanan bergizi yang diberikan melalui Dapur Dahsyat. Warga Desa Rangkasbitung Timur, Anisa mengatakan kondisi kesehatan anaknya mengalami perkembangan setelah menerima bantuan tersebut.
"Kami lega setelah 14 hari mendapatkan makanan bergizi dari Dapur Dahsyat. Berat badan bayi kami bertambah dan sekarang kondisi tubuhnya lebih sehat," ujar Anisa.
Pemerintah Kabupaten Lebak berharap kolaborasi antara pemerintah, Baznas, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....