Usai Kenaikan Pertamax, Stok Pertalite di Labuan Pandeglang Kosong
- 13 Jun 2026 23:12 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang memaksa sejumlah pengendara beralih membeli Pertamax yang harganya baru saja dinaikkan. Kondisi ini memicu keluhan di kalangan masyarakat karena harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli BBM non-subsidi di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit.
Seorang pengendara motor asal Labuan, Muhammad Yunus mengaku, terpaksa membeli Pertamax karena tangki pengisian Pertalite di SPBU setempat dalam kondisi kosong sejak dirinya datang dari wilayah selatan. Kekosongan Pertalite serta kenaikan harga Pertamax yang mendadak dinilainya semakin menambah beban pengeluaran harian masyarakat kecil yang sedang mengalami keprihatinan ekonomi.
"Saya baru datang dari selatan begitu masuk sini mau beli Pertalite kosong, terpaksa beli Pertamax," kata Yunus, Sabtu 13 Juni 2026.
| Baca juga: Pedagang Pasar Badak Resah atas Kenaikan BBM |
Masyarakat merasa kecewa dengan kebijakan penyesuaian harga energi yang berbarengan dengan tersendatnya distribusi BBM bersubsidi di lapangan. Lonjakan harga Pertamax dari Rp.12.300 menjadi 16.250 per liter dirasakan sangat memberatkan konsumen.
Menurut Yunus bagi masyarakat pemilik kendaraan bermotor sepertinya, ketersediaan bahan bakar jenis Pertalite menjadi tumpuan utama untuk mendukung mobilitas harian mereka. Kosongnya stok produk subsidi tersebut membuat warga tidak memiliki pilihan lain selain membeli produk non-subsidi yang harganya jauh lebih tinggi.
Ia berharap pihak otoritas terkait dapat segera memulihkan pasokan Pertalite ke tiap-tiap stasiun pengisian agar antrean kendaraan tidak semakin memanjang serta ketersediaan stok yang mempuni. "Biasanya Pertalite, ini kan kosong, akhirnya ya beli Pertamax gitu kan. Walaupun naik yam mau gimana lagi. Masyarakat sedang susah sedang sulit ekonomi prihatin tambah lagi kenaikan BBM," keluh Muhammad Yunus.
Petugas SPBU Labuan, Saprudin menjelaskan, kekosongan stok Pertalite sudah terjadi sejak pagi hari. Manajemen operasional memastikan proses pemesanan atau order penebusan barang sebenarnya telah dilakukan sesuai prosedur sejak kemarin.
Pihak pangkalan menduga adanya jeda waktu pengiriman dari depo pusat terjadi akibat adanya penyesuaian sistem operasional pasca-kenaikan harga Pertamax secara mendadak. Pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan armada pengirim agar truk tangki Pertalite bisa segera tiba di lokasi untuk mengisi kekosongan.
"Pengirimannya dari sana dari Pertamina-nya, tapi secara order sudah dari kemarin. Biasanya dikirim tidak ada kendala, cuma ada kenaikan dadakan mungkin ada problem pemesanan kenaikan Pertamax, ada kejedaan sedikit," katanya.
Adapun padatnya antrean yang terjadi saat ini, disebutnya murni disebabkan oleh pengalihan konsumsi secara massal dari para pengguna Pertalite yang kehabisan opsi bahan bakar. Kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa mengantre di lajur nonsubsidi demi bisa melanjutkan perjalanan mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....