Pedagang Pasar Badak Resah atas Kenaikan BBM

  • 12 Jun 2026 06:58 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dari harga Rp. Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai memicu keresahan di kalangan pedagang sembako Pasar Badak, Pandeglang. Pelaku usaha khawatir penyesuaian harga energi ini memicu lonjakan biaya operasional transportasi yang berdampak langsung pada harga jual komoditas kebutuhan pokok di tingkat konsumen.

Salah seorang Pedagang beras di Pasar Badak, Nurul, mengaku kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas harga barang dagangan pasca kenaikan BBM tersebut. Saat ini saja, Ia menyebut harga beras standar di tokonya telah mengalami kenaikan dari Rp.11.000; menjadi Rp.12.000 per liter.

"Pasti khawatir, pasti harga juga kebutuhan pokok pasti bakal naik, jadi pasti ke harga beras juga bakal naik dan pembeli pasti bakal banyak mengeluh karena naik," ujar Nurul, Kamis 11 Juni 2026.

Kenaikan harga beras tersebut dikatakannya didorong oleh biaya distribusi dari wilayah asal suplai, baik lokal maupun luar daerah. Stok beras di tokonya saat ini didatangkan dari berbagai sentra produksi seperti Serang, Pandeglang, Cimanuk, serta daerah seperti Solo dan Karawang melalui distributor di Serang.

Kekhawatiran pedagang berfokus pada potensi penurunan daya beli masyarakat akibat melonjaknya harga barang-barang pokok. Keluhan konsumen ini dipandangnya akan menjadi tantangan yang paling sulit dihindari oleh pedagang kecil jika kebijakan kenaikan BBM nantinya akan berdampak terhadap harga kebutuhan pokok.

Saat ini, rentang harga jual beras di toko Nurul berkisar mulai dari Rp.12.000 untuk kualitas standar hingga Rp.14.000 per liter untuk varietas premium. Kenaikan harga BBM dipastikannya akan mengoreksi kembali harga jual tersebut karena beban logistik yang semakin membengkak.

"Mudah-mudahan harga normal kembali, BBM turun lagi, jadi harga juga kebutuhan pokok bisa turun, itu aja," katanya.

Para pelaku usaha di pasar tradisional berharap pemerintah mampu menjaga stabilitas harga energi tetap dalam kondisi normal. Stabilitas harga BBM dinilainya sebagai instrumen vital menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....