HNSI Soroti Tantangan BBM dan Ruang Tangkap Nelayan
- 09 Jun 2026 06:43 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banten menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi nelayan saat ini, mulai dari keterbatasan solar bersubsidi hingga semakin menyempitnya ruang tangkap akibat perkembangan kawasan industri di wilayah pesisir. Ketua DPD HNSI Banten, Neneng Sri Hastuti Handayani, mengatakan kebutuhan bahan bakar menjadi persoalan utama bagi nelayan. Menurutnya, kuota solar bersubsidi yang tersedia belum sebanding dengan jumlah nelayan yang melaut setiap hari.
“Banyak nelayan-nelayan kita yang tidak mendapatkan solar subsidi sehingga mereka membeli solar industri yang harganya jauh lebih tinggi,” ujarnya, Senin, 8 Juni 2026.
Kondisi tersebut membuat biaya operasional nelayan meningkat. Padahal hasil tangkapan ikan tidak selalu dapat diprediksi, sehingga nelayan kerap menghadapi risiko kerugian saat melaut.
Selain persoalan BBM, HNSI menyoroti maraknya pembangunan industri dan reklamasi yang dinilai mengurangi ruang tangkap nelayan tradisional. Sebagian besar nelayan di Banten masih menggunakan kapal berukuran kecil sehingga hanya mampu melaut di wilayah pesisir.
“Nah, ini sudah menjamur sehingga ruang tangkap buat nelayan, khususnya nelayan-nelayan kecil, ini menjadi menyempit,” katanya.
HNSI meminta pemerintah memperketat pemberian izin reklamasi dan memperhatikan keberadaan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Keberlangsungan nelayan tradisional harus menjadi bagian penting dalam setiap kebijakan pembangunan kawasan pesisir.
Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada nelayan agar sektor perikanan tetap mampu menopang perekonomian masyarakat pesisir dan menjaga ketahanan pangan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....