Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Serang Kecilkan Ukuran Produksi
- 11 Jun 2026 10:49 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kenaikan harga kedelai impor mulai dirasakan perajin tempe di Kampung Domba, Kota Serang, Banten. Akibatnya mereka kini harus menyesuaikan ukuran produksi di tengah tekanan biaya bahan baku. Harga kedelai yang sebelumnya Rp9.600 per kilogram naik menjadi Rp10.600 per kilogram, dan berdampak langsung pada biaya produksi harian.
Perajin tempe di wilayah tersebut, Wiryono mengatakan, kenaikan terjadi pada kedelai yang masih didominasi pasokan impor sehingga sangat dipengaruhi kondisi pasar global. “Sekarang 10.600, sebelumnya 9.600,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.
Meski biaya produksi meningkat, harga jual tempe di tingkat konsumen belum mengalami penyesuaian. Tempe masih dijual Rp4.000 per bungkus untuk kemasan plastik dan Rp3.000 untuk kemasan daun.
Untuk mengimbangi kenaikan biaya bahan baku, perajin memilih tidak menaikkan harga, melainkan mengecilkan ukuran produksi agar tetap terjangkau oleh pembeli. “Enggak naik, tetap aja. Paling nipisin dikit,” kata Wiryono.
Produksi tempe di Kampung Domba rata-rata mencapai sekitar 600 bungkus per hari, dengan kapasitas dapat meningkat hingga 900 bungkus pada kondisi tertentu. Proses distribusi dilakukan ke Pasar Rau, pedagang keliling, hingga sejumlah dapur umum di Kota Serang.
Sebagian hasil produksi juga diserap oleh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, sistem pembayaran yang tidak selalu dilakukan secara tunai menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga perputaran modal usaha.
“Ada yang tiga hari, ada yang seminggu bayarnya, ada juga yang langsung bayar,” ujarnya.
Dia menerangkan, proses pembuatan tempe membutuhkan waktu sekitar empat hari, mulai dari perebusan kedelai hingga siap dipasarkan. Dalam satu kali produksi, kebutuhan bahan baku bisa mencapai lebih dari dua kuintal.
Kondisi ketergantungan pada kedelai impor membuat perajin di Serang harus menyesuaikan strategi usaha. Di tengah kenaikan harga, pilihan mengecilkan ukuran tempe menjadi langkah untuk menjaga harga tetap stabil dan mempertahankan daya beli masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....